Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Stagnan di Rp 2,655 Juta, 'Buyback' Turun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Kamis (25/6/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,655 juta atau stagnan dari Rabu (24/6/2026) Rp 2,655 juta per gram menyusul penguatan dolar AS serta meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,320 juta atau turun Rp 52.000 dari sebelumnya Rp 2,372 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang jatuh ke level terendah dalam lebih dari 7 bulan pada perdagangan Rabu (24/6/2026), bahkan sempat menembus level psikologis US$ 4.000 per ons.
Harga emas spot turun 2,9% menjadi US$ 3.981,21 per ons. Sepanjang sesi perdagangan, logam mulia tersebut menyentuh level terendah sejak November 2025. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melemah 3,4% dan ditutup pada US$ 4.008,80 per ons.
Baca Juga
Harga Emas Anjlok 1,3% dan Perak Tersungkur 5% Seusai Sinyal 'Hawkish' The Fed
Penurunan harga emas terjadi seiring menguatnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Kondisi tersebut membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung melemah.
Di saat yang sama, pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga AS tahun ini. Pandangan tersebut menguat setelah The Fed mengirimkan sinyal kebijakan yang lebih agresif dalam pertemuan terakhirnya. Kekhawatiran mengenai tekanan inflasi akibat konflik yang melibatkan Iran juga turut memengaruhi perhitungan pasar.
Secara historis, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga meningkat. Berbeda dengan instrumen, seperti obligasi atau deposito, emas tidak memberikan imbal hasil sehingga investor biasanya beralih ke aset yang menawarkan pendapatan lebih tinggi saat biaya pinjaman naik.
Tekanan yang terjadi kali ini memperpanjang tren pelemahan harga emas sejak mencetak rekor tertinggi di US$ 5.594,82 per ons pada akhir Januari 2026. Dengan posisi harga saat ini, emas telah kehilangan lebih dari US$ 1.600 per ons dari puncaknya.
Perubahan prospek pasar juga mendorong sejumlah lembaga keuangan menurunkan target harga emas. Analis ING memangkas proyeksi harga rata-rata emas menjadi US$ 4.300 per ons pada kuartal III-2026 dan US$ 4.600 per ons pada kuartal IV-2026. Sebelumnya, lembaga tersebut memperkirakan harga emas masing-masing berada di level US$ 4.850 dan US$ 5.000 per ons.
Pasar kini mengalihkan perhatian pada data Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi pilihan The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Kamis (25/6/2026). Data tersebut dipandang penting untuk memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS.
Baca Juga
Harga Emas Menguat Saat Harapan Kesepakatan AS-Iran Tekan Harga Minyak
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,377 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,655 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,250 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,850 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,050 juta
- Emas 10 gram: Rp 26,045 juta
- Emas 25 gram: Rp 64,987 juta
- Emas 50 gram: Rp 129,895 juta
- Emas 100 gram: Rp 259,712 juta
- Emas 250 gram: Rp 649,015 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,297,015 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,595,600 miliar.

