Stasiun Bogor Layani 18,45 Juta Penumpang pada Semester I, Semua Peron Kini Layani 12 Gerbong
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan KRL di Stasiun Bogor sepanjang semester I/2026. Tingginya mobilitas tersebut direspons perseroan dengan mengoperasikan seluruh peron untuk melayani rangkaian commuter line berformasi 12 kereta (SF12).
Berdasarkan data KAI, 18 juta lebih pelanggan tersebut terdiri dari 9.371.057 pelanggan masuk (gatein) dan 9.080.405 pelanggan keluar (gateout). Rata-rata aktivitas mencapai sekitar 101.942 pergerakan pelanggan per hari.
Baca Juga
Revitalisasi Peron Rampung, Stasiun Bogor Kini Layani 'Commuter Line' 12 Gerbong
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyatakan, tingginya mobilitas pelanggan menjadi dasar perusahaan meningkatkan kapasitas pelayanan di Stasiun Bogor.
"Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, mengakses layanan publik, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan pelayanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan," kata Anne dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (28/7/2026).
KAI juga mencatat volume pelanggan di Stasiun Bogor terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, stasiun tersebut melayani 18.199.619 pelanggan gatein dan 18.171.350 pelanggan gateout. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan 2024 yang mencatat 17.124.802 pelanggan gatein dan 17.276.284 pelanggan gateout.
Seiring tingginya mobilitas tersebut, kata Anne, perseroan telah mengoperasikan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk melayani rangkaian SF12 sejak 15 Juli 2026.
Ihwal itu, seluruh peron di Stasiun Bogor kini dapat melayani rangkaian commuter line berformasi 12 kereta. Sebelumnya, peron jalur 6, 7, dan 8 hanya melayani rangkaian maksimal 10 kereta (SF10).
Menurut Anne, pengoperasian SF12 di seluruh peron memberikan fleksibilitas dalam pengaturan kedatangan dan keberangkatan kereta sekaligus mendukung distribusi pelanggan di area peron.
"Pengoperasian SF12 di seluruh peron memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengaturan kedatangan dan keberangkatan rangkaian. Kapasitas tersebut juga mendukung pendistribusian pelanggan ke lebih banyak peron sehingga proses naik dan turun dapat berlangsung lebih tertata," ujarnya.
Sepanjang semester I/2026, Bogor Line melayani 78.077.679 pelanggan atau rata-rata sekitar 431.368 pelanggan per hari. Saat ini, lintas tersebut dilayani 392 perjalanan Commuter Line pada hari kerja dan 373 perjalanan saat akhir pekan.
Selain mengoperasikan seluruh peron Stasiun Bogor untuk SF12, lanjut Anne, KAI juga membangun kanopi di peron jalur 4 dan 5, perpanjangan kanopi di peron jalur 2 dan 3, serta pemasangan eskalator yang akan menghubungkan Stasiun Bogor dengan skybridge menuju Stasiun Bogor Paledang.
"Perpindahan antarlayanan perlu didukung akses yang mudah dan nyaman. Pemasangan eskalator menuju skybridge Bogor Paledang diharapkan membantu pelanggan melanjutkan perjalanan dengan alur yang lebih praktis," jelasnya.
Baca Juga
Peron Baru Stasiun Bogor Hampir Rampung, KAI Bidik 88.000 Penumpang
Di sisi sarana, Anne menyebut hingga kini telah mengoperasikan 18 rangkaian Commuter Line SF12 atau sebanyak 216 kereta. Rangkaian tersebut terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan tujuh rangkaian produksi PT INKA (Persero), sedangkan sembilan rangkaian produksi PT INKA lainnya masih menjalani tahapan sebelum dioperasikan.
"Dengan rata-rata lebih dari 431.000 pelanggan per hari di Bogor Line, setiap peningkatan kapasitas harus memberi manfaat yang jelas. KAI terus menyelaraskan kesiapan peron SF12, pengembangan kanopi, sarana baru, pola operasi, serta konektivitas menuju Bogor Paledang agar perjalanan pelanggan semakin nyaman, aman, dan tertata," pungkasnya.
