IMREI Perkuat Kolaborasi dengan AREA Indonesia untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Properti
JAKARTA, investortrust.id – Ikatan Manajer Real Estate Indonesia (IMREI) menegaskan komitmennya untuk mendukung kemajuan industri properti nasional melalui partisipasi aktif dalam Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Real Estate Agent Indonesia (AREA Indonesia). Kehadiran ini menjadi bentuk sinergi antarasosiasi profesi untuk memperkuat ekosistem industri properti yang semakin profesional, kompetitif, dan berkelanjutan.
Ketua Umum IMREI Dance Aquarianto mengatakan, IMREI sebagai organisasi profesi yang mewadahi praktisi di bidang property management dan building management memandang pengelolaan properti sebagai salah satu mata rantai strategis dalam siklus industri real estat. Pengelolaan yang profesional dinilai mampu menjaga kualitas aset, meningkatkan nilai investasi, mendukung kepuasan penghuni, meningkatkan efisiensi operasional bangunan, serta menjaga keberlanjutan investasi jangka panjang.
Dance Aquarianto menyampaikan IMREI juga memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program AREA Indonesia yang berorientasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan etika profesi, serta kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara agen properti, pengembang, pengelola gedung, pemerintah, lembaga pembiayaan, hingga pemangku kepentingan lainnya merupakan fondasi penting dalam membangun industri properti yang sehat dan mampu beradaptasi terhadap tantangan ekonomi maupun perkembangan teknologi.
Baca Juga
"AREA Indonesia sebagai organisasi profesi agen properti memiliki peran strategis dalam memperkuat pemasaran dan transaksi properti secara profesional. Kolaborasi antara AREA Indonesia dan IMREI diyakini mampu menghadirkan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi, mulai dari proses pemasaran, transaksi, pengelolaan properti, hingga peningkatan nilai aset," ujar Dance melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan, Saat ini IMREI memfokuskan diri pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di bidang properti. Langkah tersebut diharapkan menjadikan IMREI sebagai mitra strategis bagi pengembang, pemerintah, maupun masyarakat dalam meningkatkan kualitas pengelolaan aset properti di Indonesia.
Dance juga mengungkapkan bahwa IMREI telah menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi di sektor properti, antara lain KADIN, REI, APPBI, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan terus diperluas untuk memperkuat ekosistem industri properti nasional.
Ia menilai pesatnya perkembangan kawasan hunian, gedung perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, hingga kawasan industri membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, tidak hanya di bidang pengelolaan properti, tetapi juga profesi pendukung lainnya, termasuk agen properti. "Melalui peningkatan kompetensi dan kolaborasi yang kuat, seluruh profesi di sektor properti dapat memberikan nilai tambah bagi industri sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dan investor," tegas Dance, yang juga menjabat sebagai Direktur Premium Property Management.
Baca Juga
Prabowo Pimpin Akad Massal 62.000 KPR FLPP dan KUR Perumahan Rp 880 Miliar di Batang
Sementara itu, Presiden AREA Indonesia Indra Utama menegaskan bahwa AREA Indonesia hadir bukan untuk menjadi pesaing organisasi yang telah lebih dahulu berkiprah di industri properti, melainkan sebagai wadah yang menyatukan seluruh elemen ekosistem properti agar dapat tumbuh dan berkembang bersama.
"AREA Indonesia tidak dibentuk untuk menyaingi organisasi pengembang, asosiasi agen properti, industri bahan bangunan, perbankan, manajemen properti, penilai, konsultan, maupun organisasi profesi lainnya. Kami hadir untuk menyatukan kekuatan, membangun sinergi, dan menjadi jembatan kolaborasi seluruh ekosistem properti Indonesia sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa," ujar Indra di sela Munas yang digelar di World Capital Tower, Jakarta.
Menurut Indra, tantangan penyediaan hunian yang layak, berkualitas, dan terjangkau tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi atau satu sektor saja. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pengembang, agen properti, pengelola properti, lembaga pembiayaan, akademisi, media, asosiasi profesi, serta masyarakat agar target pembangunan sektor perumahan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.
