Pengamat Harap Lelang Frekuensi 3,5 GHz Digelar Paling Lambat Awal 2029
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi berharap pemerintah segera menyiapkan lelang pita frekuensi 3,5 GHz. Menurutnya, penataan spektrum tersebut perlu dipercepat agar Indonesia tidak tertinggal dalam pengembangan jaringan 5G.
Heru menilai kajian pemanfaatan pita frekuensi 3,5 GHz sebaiknya diselesaikan paling lambat di tahun ini. Setelah itu, pembahasan bersama para pemangku kepentingan dapat dilakukan sepanjang 2027.
"Menurut saya, kajian 3,5 GHz sebaiknya diselesaikan paling lambat pada 2026 untuk kemudian dibahas dengan stakeholder di 2027 dan agar proses penataan dan pelelangan dapat dilakukan pada 2028 atau awal 2029," kata Heru kepada Investortrust.id, Senin (27/7/2026).
Pengamat teknologi itu menyebut bahwa pita frekuensi 3,5 GHz merupakan spektrum utama untuk layanan 5G di banyak negara. Karena itu, Indonesia perlu segera menyiapkan roadmap pemanfaatannya.
"Pita 3,5 GHz merupakan spektrum utama untuk 5G di banyak negara, sehingga Indonesia tidak boleh terlalu tertinggal," jelasnya.
Baca Juga
Frekuensi 3,5 GHz Jadi "Spektrum Emas" 5G, ATSI Dorong Kemenkomdigi Kebut Proses Lelang
Heru mengatakan kepastian roadmap spektrum sangat dibutuhkan oleh pelaku industri telekomunikasi. Operator memerlukan kepastian tersebut untuk menyusun strategi investasi jaringan dalam jangka panjang.
"Industri membutuhkan kepastian roadmap spektrum agar dapat menyusun rencana investasi jangka panjang. Semakin cepat ada kepastian, semakin baik bagi pengembangan ekosistem 5G dan persiapan menuju 6G di masa depan," tegasnya.
Sebagai pengingat, saat ini pemerintah telah menuntaskan lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz untuk mempercepat perluasan layanan 4G dan 5G. Namun, pita 3,5 GHz masih menjadi PR lantaran selama ini sebagian besar spektrumnya masih digunakan untuk layanan satelit.
Penataan pita 3,5 GHz dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas jaringan 5G nasional. Spektrum tersebut juga diproyeksikan menjadi fondasi bagi pengembangan layanan digital berkecepatan tinggi dan teknologi generasi berikutnya.
