Feel Good Network Bidik Pertumbuhan 'Brand' Lewat Integrasi Kreatif dan Data
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Feel Good Network, jaringan kreatif independen yang berfokus pada pemasaran modern, menunjuk Innercircle dan Bricks sebagai agensi kreatif utamanya. Langkah ini memperkuat kemampuan jaringan dalam mengintegrasikan strategi merek, kreativitas digital, media, dan data untuk membantu brand membangun pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Penunjukan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap mitra agensi yang tidak hanya mampu menjalankan kampanye pemasaran, tetapi juga menghubungkan seluruh elemen strategi pemasaran dalam satu sistem yang terpadu. Seiring pemasaran digital semakin terfragmentasi di berbagai platform, kreator, kanal perdagangan elektronik, dan indikator kinerja, brand membutuhkan pendekatan yang mampu menghasilkan nilai jangka panjang sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang terukur.
Baca Juga
Youtube dan Perkembangan Media di Era Digital: Dari Platform Hiburan Jadi Sumber Pendapatan Baru
Dalam model baru tersebut, Innercircle dan Bricks akan memimpin dua kapabilitas yang saling melengkapi. "Innercircle berfokus pada pengembangan strategi merek dan kreativitas, sedangkan Bricks mengintegrasikan strategi bisnis, data, kreativitas, dan performa pemasaran dalam satu alur kerja," kata dia dikutip Senin (27/7/2026).
"Kami pernah menangani akun global, dan kami tahu seperti apa standar yang baik ketika ekspektasinya tinggi. Yang dibutuhkan pasar sekarang adalah standar sama, tetapi dihadirkan dengan insting lokal dan kecepatan mengikuti budaya. Kami sengaja menjaga tim tetap ramping, karena kami percaya pada memberikan orang-orang terbaik kami untuk setiap klien, bukan sekadar yang tersedia," ujar Co-Founder dan Business Director Innercircle Morica Lim.
Innercircle didirikan oleh Morica Lim dan Eve Wongsosaputro yang memiliki pengalaman menangani berbagai akun global di jaringan agensi lokal maupun multinasional di Indonesia, Singapura, dan Belanda.
Keduanya sengaja membangun Innercircle sebagai agensi boutique dengan tim yang ramping dan jumlah klien yang terbatas. Pendekatan tersebut memungkinkan pimpinan agensi terlibat langsung sejak proses penyusunan strategi hingga pelaksanaan kampanye sehingga kualitas layanan tetap terjaga tanpa birokrasi yang panjang.
Dalam waktu dua tahun, Innercircle telah menangani berbagai merek, seperti Pizza Hut, Mead Johnson, VinFast, Indofood, dan Lion Wings. Bersama Pizza Hut, agensi tersebut turut mendorong tren pertumbuhan merek sepanjang 2025 sekaligus meraih sejumlah penghargaan, termasuk Gold dan Silver pada Marketing Excellence Awards, Silver di Citra Pariwara, serta Gold dan Silver pada Campaign Indonesia Awards.
Sementara itu, Bricks yang didirikan Stephanie Putri Fajar dan Rangga Akbar Pradipta sejak awal dirancang sebagai agensi dengan pendekatan full-funnel, yaitu strategi pemasaran yang mencakup seluruh perjalanan konsumen dari tahap mengenal merek hingga melakukan pembelian. Model kerja Bricks menyatukan tim strategi, data, kreatif, dan account dalam satu proses sejak awal sehingga keputusan bisnis dapat diterjemahkan menjadi kampanye yang lebih efektif.
Alih-alih menggunakan kampanye komparatif, Bricks mengubah pendekatan dengan membantu konsumen mengenali kondisi kulit ketiaknya terlebih dahulu, kemudian menghubungkannya langsung dengan produk yang sesuai melalui TikTok Shop. Strategi tersebut menghasilkan peningkatan gross merchandise value (GMV) atau nilai transaksi bruto daring sebesar 139%, return on earned media value sebesar 37:1, serta lebih dari 273 juta impresi hanya dalam 30 hari.
"Agensi mana pun bisa memberi tahu klien apa yang bisa mereka kerjakan. Sangat sedikit yang mau memberi tahu klien apa yang seharusnya mereka lakukan. Itulah percakapan yang ingin kami hadirkan lewat BRICKS. Kami tidak mengukur scope dari apa yang kami hasilkan, tetapi dari angka bisnis yang berhasil digerakkan," ujar Co-Founder & Managing Director Bricks Stephanie Putri Fajar
Bangun Ekosistem Kreatif Asia Tenggara
CEO Feel Good Network Wisnu Satya Putra mengatakan penunjukan Innercircle dan Bricks merupakan bagian dari strategi membangun model agensi yang lebih terhubung, sehingga klien dapat memperoleh layanan kreatif, media, data, budaya sosial, produksi konten, hingga ekosistem kreator dalam satu strategi yang terpadu.
Baca Juga
Bidik Pasar Regional, Agensi Kreatif Feel Good Network Ekspansi ke Malaysia
Menurut Wisnu, kedua agensi tersebut telah bekerja sama dengan berbagai unit lain dalam jaringan, termasuk mendukung agenda strategi dan data bersama Tokopedia dan TikTok Shop sepanjang 2026.
"Kami melihat pertumbuhan sebagai sesuatu yang harus dirancang, bukan sekadar dikejar. Ini membutuhkan fondasi brand yang kuat, arah strategis yang jelas, dan kemampuan menerjemahkan ide menjadi momentum yang terukur di seluruh funnel. Innercircle dan Bricks menyatukan kapabilitas tersebut membantu jaringan menciptakan pertumbuhan yang bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih terarah, lebih terhubung, dan lebih berkelanjutan bagi klien kami," ujar Wisnu.
