Indosat (ISAT) Luncurkan Solusi AI untuk Manajemen Energi, Tawarkan Efisiensi Operasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) lewat Indosat Business meluncurkan Solusi Manajemen Energi berbasis kecerdasan buatan (AI). Solusi ini dirancang membantu perusahaan memantau konsumsi energi secara real-time dan meningkatkan efisiensi operasional.
Peluncuran solusi itu diklaim dapat menjawab kebutuhan industri terhadap pengelolaan energi yang semakin ketat. Selain menekan biaya operasional, perusahaan juga dituntut mematuhi aturan konservasi energi.
Director and Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Danny Buldansyah mengatakan, energi kini menjadi faktor penting dalam strategi bisnis. Menurutnya, pengelolaan energi tidak lagi sekadar urusan biaya listrik.
"Energi kini telah berkembang dari sekadar biaya operasional menjadi variabel bisnis strategis yang berdampak langsung pada profitabilitas, keandalan, dan daya saing," kata Danny dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
Danny mengatakan Indosat menggabungkan teknologi AI, Internet of Things (IoT), dan layanan terkelola dalam satu platform. Pendekatan inilah yang memungkinkan perusahaan memantau penggunaan energi secara lebih akurat dan efisien.
Baca Juga
Vikram Sinha Lanjut Pimpin Indosat, Targetkan EBITDA Naik 2 Kali Lipat
Di sisi lain, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Jisman P. Hutajulu menyebut, inovasi ini mendukung implementasi PP Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi. Regulasi tersebut mewajibkan pengguna energi skala besar menerapkan manajemen energi secara terstruktur.
"Solusi yang diluncurkan oleh Indosat Business menunjukkan bagaimana sektor swasta mampu menerjemahkan tuntutan regulasi menjadi solusi praktis yang dapat langsung digunakan oleh pelaku usaha," ujar Jisman.
Diketahui, Indosat Business menghadirkan lima fitur utama dalam solusi ini. Fitur tersebut meliputi pemantauan listrik, genset dan transformator, baterai, penerangan jalan pintar, serta pemantauan air dan gas.
Perusahaan menilai solusi ini dapat membantu industri menekan biaya utilitas dan meningkatkan keandalan operasional. Langkah tersebut juga diharapkan mendukung target efisiensi energi dan transisi menuju operasional yang lebih berkelanjutan.
