Laporan Google: YouTube Sumbang Rp 8,4 Triliun ke PDB RI
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Ekosistem kreatif YouTube menyumbang lebih dari Rp 8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025. Ekosistem tersebut juga menopang lebih dari 190.000 lapangan kerja penuh waktu.
Google menilai pemanfaatan generative AI akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Teknologi itu dinilai membuka peluang monetisasi dan ekspansi pasar bagi kreator Indonesia.
Baca Juga
Berdasarkan YouTube Impact Report, sekitar 81% kreator Indonesia memanfaatkan YouTube untuk memperkenalkan budaya, musik, dan cerita lokal kepada audiens global. Sementara 81% perusahaan media melihat kolaborasi dengan kreator sebagai sumber pendapatan baru dalam lima tahun mendatang.
Country Director Google Indonesia, Veronica Utami mengatakan, AI merupakan mitra yang memperkuat kreativitas manusia. Dampaknya sudah terlihat melalui kontribusi ekonomi ekosistem kreator YouTube di Indonesia.
"Ekosistem kreatif YouTube telah berkontribusi lebih dari Rp 8,4 triliun bagi PDB Indonesia, mendukung lebih dari 190.000 lapangan kerja, serta membantu 81% kreator yang memperoleh pendapatan dari YouTube menjangkau audiens internasional," ujar Veronica di Jakarta, (23/7/2026).
Ia menambahkan sinergi antara AI dan kreativitas manusia menjadi semakin penting. Google dan YouTube berkomitmen menjaga ekosistem digital yang terbuka, aman, dan inklusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.
Baca Juga
Youtube dan Perkembangan Media di Era Digital: Dari Platform Hiburan Jadi Sumber Pendapatan Baru
Sementara AI Economic Opportunity Report 2026 juga memperkirakan pemanfaatan penuh generative AI di sektor kreatif dan media dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp 66 triliun per tahun. Teknologi AI juga mampu menghemat rata-rata 390 jam kerja atau setara 50 hari kerja setiap tahun bagi pekerja kreatif.
Selain itu, teknologi penerjemahan otomatis, subtitle, dan dubbing berbasis AI diperkirakan mampu membuka peluang ekspor ekonomi kreatif hingga Rp 6,7 triliun per tahun. Teknologi tersebut mempermudah kreator Indonesia menjangkau pasar internasional.
