Google Rilis YouTube Premium Lite, Paket Langganan Versi Murah
SAN FRANCISCO, investortrust.id - Google memperkenalkan layanan baru "Premium Lite" pada Kamis (6/3/2025) untuk mendorong pengguna YouTube menikmati pengalaman menonton bebas iklan dengan paket langganan lebih murah. Bedanya, layanan bebas iklan ini muncul pada banyak video, kecuali konten musik.
Langkah ini diambil demi bersaing dengan layanan platform streaming lainnya, seperti Netflix dan Disney+. Jika paket premium dibanderol seharga US$ 13,99 (sekitar Rp 228.000) per bulan, maka versi premium lite ditawarkan dengan harga US$ 7,99 (sekitar Rp 130.000) per bulan.
Baca Juga
Istimewakan YouTube di Medsos untuk Anak, Negara Tetangga Diprotes Meta hingga TikTok
Wakil Presiden Bidang Teknik YouTube John Harding menyatakan bahwa fokus utama paket baru ini adalah menjangkau sekelompok besar orang yang mungkin tidak mempertimbangkan membayar layanan YouTube sebelumnya.
Sementara Direktur Produk YouTube Premium Jack Greenberg menambahkan bahwa perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna yang tidak memerlukan konten musik.
Dikutip dari Reuters, Kamis (6/3/2025), YouTube mulai menguji coba Premium Lite sejak tahun lalu di Australia, Jerman, dan Thailand. Data awal menunjukkan bahwa paket ini berhasil menarik pengguna baru, di antaranya meningkatkan langganan ke paket premium.
Sebelumnya, YouTube mengumumkan melampaui 125 juta pelanggan berbayar, naik dari 100 juta pada Januari 2024, termasuk pengguna yang sedang dalam masa uji coba gratis. Diketahui, pendapatan utama YouTube masih berasal dari iklan, mencapai US$ 36 miliar dari total pendapatan Google sebesar US$ 350 miliar pada 2024.
Baca Juga
Kemenkomdigi Minta TikTok hingga YouTube Klasifikasi Layanan untuk Lindungi Anak
Google juga tidak secara terbuka membagikan pendapatan berbasis langganan YouTube, tetapi perusahaan menyatakan pendapatan gabungan iklan dan langganan YouTube melampaui US$ 50 miliar selama empat kuartal sebelumnya.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai pelanggan YouTube Premium di Indonesia. Namun, berdasarkan laporan AMPD Southeast Asia Online Video Q4 2024 yang dirilis Media Partners Asia, platform streaming lokal Vidio justru berhasil menjadi platform over the top (OTT) nomor satu di Indonesia dengan 4,7 juta pelanggan berbayar. (C-13)

