PHR Zona 4 Jadi Andalan, Produksi Capai 27.000 BOPD Minyak
Poin Penting
|
PRABUMULIH, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi (migas) dari berbagai aset strategis. Salah satu kontributor utama berasal dari Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 atau PHR Zona 4 yang hingga Juli 2026 mencatat produksi sekitar 27.000 barel minyak per hari (BOPD) dan 506 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Capaian tersebut diraih melalui percepatan pengeboran sumur, pengembangan lapangan, serta peningkatan keandalan fasilitas produksi sebagai bagian mendukung target produksi migas nasional dan Asta Cita pemerintah.
Baca Juga
Pertamina Buka Registrasi Pertamuda Seed & Scale 2026, Mahasiswa Wajib Coba
Komitmen meningkatkan produksi tersebut ditinjau Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melalui kegiatan management walkthrough (MWT) di wilayah operasi Zona 4, Prabumulih, Selasa (21/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Iriawan meninjau Integrated HSSE Demo Room, lokasi pengeboran Rig PDSI #30.2/D1000-E, hingga Stasiun Pengumpul Gas (SPG) Beringin A Pertamina EP Prabumulih Field. Peninjauan dilakukan untuk memastikan berbagai program peningkatan produksi berjalan optimal dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) atau kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan kerja.
Menurut Iriawan, peningkatan produksi migas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Untuk itu, setiap upaya optimalisasi aset harus didukung operasi yang andal, efisien, serta mengutamakan keselamatan kerja.
"Zona 4 memiliki peran strategis dalam mendukung produksi migas nasional. Saya melihat langsung semangat perwira Pertamina dalam menjaga operasi tetap andal sekaligus terus meningkatkan produksi. Produktivitas harus berjalan seiring dengan disiplin HSSE agar target produksi dapat dicapai secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional," ujar Iriawan dikutip Rabu (22/7/2026).
Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif yang dijalankan PHR Zona 4, mulai dari percepatan pengeboran sumur, pengembangan lapangan, hingga penguatan keandalan fasilitas produksi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi.
Beroperasi di Sumatra Selatan dengan wilayah kerja seluas 28.282 kilometer persegi, PHR Zona 4 mengelola 7 lapangan migas, 98 fasilitas produksi, serta lebih dari 1.000 sumur produksi. Wilayah ini menjadi salah satu penopang penting pasokan energi nasional.
Baca Juga
Hulu Migas Jadi Kunci Swasembada Energi
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan sektor hulu migas memegang peranan penting dalam mewujudkan swasembada energi. Oleh sebab itu, Pertamina terus mengoptimalkan aset produksi melalui penerapan teknologi, peningkatan keandalan operasi, dan efisiensi agar mampu menghasilkan produksi yang berkelanjutan.
"Setiap peningkatan produksi dari lapangan migas merupakan kontribusi nyata Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui pengelolaan aset yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan, Pertamina terus mendukung pencapaian target produksi migas nasional sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi," pungkas Baron.
