Proyek Sampah Jadi Energi Jadi Magnet Investor, PLN Jamin Kontrak Listrik 30 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) semakin menarik minat investor multinasional seiring kepastian kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) selama 30 tahun dengan PT PLN (Persero). Kepastian tersebut memperkuat daya tarik investasi hijau sekaligus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan dan penyelesaian persoalan sampah perkotaan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah telah menyederhanakan regulasi pembangunan proyek PSEL agar proses investasi berjalan lebih cepat. Menurutnya, berbagai aturan yang sebelumnya dinilai menghambat kini telah dipangkas sehingga hanya menyisakan regulasi yang benar-benar diperlukan.
"Tugas saya cuma satu, regulasi diperbaiki. Dari ratusan tinggal tiga aturan. Kalau ada hambatan, saya tinggal undang. Kalau masih tidak bisa saya atasi, saya lapor. Presiden yang memimpin," ujar Zulkifli Hasan dalam acara Waste to Energy Talks 2026 di Jakarta, dikutip Selasa (21/7/2026).
Ia menilai penyederhanaan regulasi menjadi langkah penting untuk menciptakan kepastian berusaha bagi investor sekaligus mempercepat pembangunan fasilitas PSEL di berbagai daerah yang menghadapi persoalan sampah.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan pengelolaan sampah melalui PSEL tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi melalui perdagangan karbon nasional.
Menurutnya, pemerintah akan memberikan Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia, yaitu sertifikat resmi atas keberhasilan menurunkan emisi gas rumah kaca, yang dapat diperdagangkan di pasar karbon.
Baca Juga
"Begitu bapak mengurangi emisi 20 juta ton, ya mungkin Rp 100 miliar - Rp 150 miliar bisa dapat karena dijual di pasar karbon. Saya telah berhasil mengurangi emisi sekian juta atau sekian giga ton ekuivalen CO2, maka dijual ke pasar karbon. Nanti, dari KLHK akan dapat Sertifikat Pengurangan Emisi Indonesia dan itu dijual di pasar karbon," tutur Jumhur.
Ia menilai skema tersebut akan memberikan insentif ekonomi bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha yang berhasil mengurangi emisi dari sektor pengelolaan limbah.
Investor Global Berlomba Masuk
Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Sjahrir mengungkapkan tingginya antusiasme investor terhadap proyek PSEL. Menurutnya, minat tidak hanya datang dari investor luar negeri, tetapi juga dari lembaga keuangan domestik, termasuk sejumlah institusi nonbank.
"Alhamdulillah banyak sekali interest baik dari luar negeri dan juga dari dalam negeri, dan ini malah banyak juga nonbank Himbara yang ingin masuk. Artinya kan semua partisipan semangat masuk ke proyek ini. Jadi, proyek ini secara akumulatif memang proyek waste to energy terbesar di dunia, makanya untuk orang yang berpartisipasi investment semua berlomba-lomba untuk hadir ke sini. Jadi, ya alhamdulillah antusiasmenya amat tinggi," ujar Pandu.
Ia menilai besarnya skala proyek PSEL di Indonesia menjadi daya tarik utama bagi investor global yang ingin memperluas portofolio investasi hijau mereka.
PLN Jamin Serap Listrik Selama 30 Tahun
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), perusahaan penyedia listrik milik negara, Suroso Isnandar menegaskan PLN siap menjadi offtaker, yaitu pembeli seluruh listrik yang dihasilkan dari proyek PSEL.
Menurutnya, kepastian pembelian listrik tersebut telah diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan sehingga memberikan jaminan investasi bagi para pengembang.
"Kami memberikan jaminan kepada para mitra bahwa listrik yang dihasilkan akan diambil oleh PLN sebagai offtaker. Para mitra tidak perlu khawatir, komitmen jangka panjang PLN sudah teruji di berbagai sektor pembangkit lainnya yang bahkan memiliki Power Purchase Agreement (PPA) lebih dari 30 tahun. Jaminan ini akan terjaga dengan sangat baik," tegas Suroso.
Baca Juga
PLN Percepat Listrik Desa, Pemerintah Gelontorkan Rp 10,3 Triliun
Ia mengatakan keberadaan PSEL akan memperluas bauran energi baru terbarukan PLN sekaligus membantu mengatasi persoalan darurat sampah di berbagai kota.
"Dalam konteks transisi energi dari berbasis termal ke energi baru terbarukan, PSEL menambah portofolio sumber energi kami sekaligus mengatasi darurat sampah. Karena itu, jika perlu program ini diterapkan di semua kota di Indonesia, PLN sangat siap," pungkas Suroso.
