Harga Emas Antam (ANTM) Melemah Rp 9.000 Seiring Emas Dunia dan Ekspektasi Suku Bunga
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (21/7/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,601 juta atau turun Rp 9.000 dari Senin (20/7/2026) Rp 2,610 juta per gram seiring investor menimbang eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dampaknya terhadap harga minyak dunia, serta sinyal dari pejabat Federal Reserve (The Fed) yang membuka peluang kenaikan suku bunga untuk meredam tekanan inflasi.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,332 juta atau turun Rp 9.000 dari sebelumnya Rp 2,341 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang turun pada Senin (20/7/2026). Harga emas spot terkoreksi 0,2% menjadi US$ 4.006,74 per ons, sementara kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus turun 0,1% menjadi US$ 4.015,90 per ons.
Baca Juga
UOB: Indonesia Bersiap Memasuki Fase New Normal, Minat Investor Meningkat
Konflik di kawasan tersebut kembali meningkat setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kesembilan berturut-turut. Ketegangan itu memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.
Kekhawatiran bertambah setelah Iran menyatakan dua kapal tanker minyak mengalami ledakan dan tidak dapat melanjutkan pelayaran. Kondisi itu sempat mendorong harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.
Namun, kenaikan harga minyak kemudian memangkas penguatannya setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat masih dapat dilanjutkan apabila sejalan dengan kepentingan nasional Iran.
Harga minyak yang tinggi meningkatkan risiko inflasi global karena dapat mendorong kenaikan biaya energi dan transportasi. Kondisi tersebut juga memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat akan bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.
Tekanan terhadap harga emas juga datang dari pernyataan Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack. Ia bergabung dengan sejumlah pejabat bank sentral Amerika Serikat yang menilai suku bunga kemungkinan masih perlu dinaikkan untuk mengendalikan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
Baca Juga
Harga Antam (ANTM) Melemah ke Rp 2,606 Juta Seusai Emas Dunia Jatuh
Pandangan tersebut memicu perdebatan menjelang pertemuan Federal Reserve berikutnya. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 80%, naik dari 73% pada pekan sebelumnya berdasarkan CME FedWatch Tool.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,350 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,601 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,142 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,688 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,780 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,505 juta
- Emas 25 gram: Rp 63,673 juta
- Emas 50 gram: Rp 127,195 juta
- Emas 100 gram: Rp 254,312 juta
- Emas 250 gram: Rp 635,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,270,000 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,541,600 miliar.
