VinFast Indonesia Pastikan Stok Motor Listrik Aman, Pengiriman Unit Mulai Juli 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - VinFast Indonesia memastikan ketersediaan stok motor listrik tetap aman menyusul peluncuran tiga model barunya di pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya minat masyarakat terhadap produk kendaraan listrik asal Vietnam tersebut.
CEO VinFast Indonesia E-Motorcycle, Yordan Satriadi mengatakan, perusahaan mulai melakukan pengiriman unit kepada konsumen pada Juli 2026. Prioritas diberikan kepada pelanggan yang telah mengikuti program early booking sejak Juni lalu.
"Semua unit kita akan mulai delivery di bulan Juli, tapi tentunya yang pertama prioritas ke yang kemarin dari early booking program," ujar Yordan di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Ia memastikan seluruh jaringan diler telah menyiapkan stok kendaraan untuk memenuhi permintaan pasar. Namun, ketersediaan beberapa pilihan warna kemungkinan akan lebih terbatas karena tingginya permintaan konsumen.
"Ada dan ready. Paling nanti mungkin kita nggak bisa memenuhi secara warna. Ada beberapa warna yang sangat top priority, ya wajar lah kalau nanti barang semakin laku ada inden. Semoga kita bisa memenuhi kebutuhan pelanggan di bulan Juli ini, kita akan first delivery semua," sambungnya.
Baca Juga
Pabrik VinFast di Subang Siap Produksi Motor Listrik Mulai Tahun Depan
VinFast sebelumnya meluncurkan tiga motor listrik, yakni Evo, Feliz II, dan Viper, dengan harga mulai Rp 17,5 juta hingga Rp 22 juta OTR Jakarta menggunakan skema langganan baterai. Perusahaan juga menawarkan garansi hingga enam tahun atau 72.000 kilometer serta program gratis battery swap selama satu tahun.
Selain itu, VinFast juga tengah menyiapkan produksi lokal melalui skema completely knocked down (CKD) di pabrik Subang, Jawa Barat. Produksi dalam negeri itu direncanakan dimulai tahun depan.
Terkait peluang penyesuaian harga setelah produksi lokal dimulai, Yordan mengatakan perusahaan masih melakukan perhitungan. Keputusan soal harga akan diumumkan setelah seluruh aspek produksi selesai dievaluasi.
"Nanti kita akan infokan lebih lanjut ketika kita sudah menghitung ulang semuanya lagi," tutupnya.
