Pabrik VinFast di Subang Siap Produksi Motor Listrik Mulai Tahun Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - VinFast Indonesia memastikan akan memproduksi motor listrik di dalam negeri melalui fasilitas perakitan di Subang, Jawa Barat, mulai tahun depan. Langkah ini diklaim menjadi strategi perusahaan untuk memperkuat penetrasi pasar sekaligus mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
CEO VinFast Indonesia E-Motorcycle, Yordan Satriadi mengatakan, seluruh motor listrik yang dipasarkan saat ini masih didatangkan secara utuh atau completely built up (CBU). Namun perusahaan telah menyiapkan skema completely knocked down (CKD) di pabrik Subang untuk tahap produksi berikutnya.
"Untuk sementara ini tahun ini kita masih semuanya itu CBU ya, tetapi nanti kita akan menggunakan CKD-nya itu di Subang, rencananya itu tahun depan," katanya saat ditemui di Jakarta, Sabtu (18/7/2026).
Baca Juga
Ramaikan Pasar Motor Listrik, VinFast Geber 3 Model Baru mulai Harga Rp17,5 Juta
Pernyataan itu disampaikan Yordan seusai peluncuran tiga motor listrik VinFast, yakni Evo, Feliz II, dan Viper. Ketiga model tersebut dibanderol mulai Rp 17,5 juta hingga Rp 22 juta OTR Jakarta dengan skema langganan baterai.
Yordan menegaskan VinFast sangat serius memasuki pasar Indonesia. Perusahaan asal Vietnam itu bahkan menurunkan harga Evo dari kisaran Rp 18 jutaan saat masa pre-booking menjadi Rp 17,5 juta untuk memperluas jangkauan konsumen.
"Itu menunjukkan bahwa kita sangat serius untuk memasuki market di Indonesia. Kita dengar masukan dari teman-teman, kita sangat agresif sekali, kita mau penetrasi market Indonesia dan semoga dengan harga tersebut kita bisa lebih luas lagi jangkauan ke masyarakat," sambungnya.
Optimistis dengan ekosistem yang dibangun
Selain menyiapkan produksi lokal, VinFast juga memperkuat ekosistem pendukung kendaraan listrik melalui jaringan penukaran baterai. Saat ini perusahaan bersama V-Green telah memiliki lebih dari 2.000 titik battery swap station (BSS) di Jabodetabek dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
"Kalau untuk di daerah Jabodetabek dan Jawa beberapa kota besar, itu lebih dari 2.000 kita sudah sampai dan masih on progress terus," jelasnya.
VinFast juga mengklaim seluruh model yang diluncurkan menggunakan baterai LFP dengan sertifikasi IP67 sehingga tahan terhadap air dan genangan. Di sisi lain, perusahaan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku usaha untuk pengadaan kendaraan operasional berbasis listrik mulai kebutuhan armada fleet, termasuk untuk layanan ride hailing.
"Kita terbuka buat semua. Jadi semuanya itu kita bisa absorb, kita open siapapun yang mau memiliki kendaraan kita buat fleet, buat ride hailing, kita bisa bekerja sama. Tinggal kontak kita, kita akan diskusi lebih lanjut," jelasnya.
Baca Juga
Momentum Hemat BBM, VinFast Tawarkan Mobil Listrik Nyaris Tanpa Biaya Operasional
VinFast melihat pasar roda dua Indonesia yang mencapai lebih dari 6 juta unit per tahun sebagai peluang bisnis yang besar. Dengan dukungan produksi lokal, jaringan penukaran baterai, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik, perusahaan optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar motor listrik nasional.
"Di Indonesia ini seperti Bapak Ibu ketahui bahwa market-nya besar, per tahun itu lebih dari 6 juta. Ini sesuatu yang sangat menarik buat bisnis roda dua di Indonesia," katanya.
