Bahlil Sebut Proyek Masela US$ 20,9 Miliar Utamakan Pekerja Lokal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah bakal memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Abadi Blok Masela. Hal ini menjadi jawaban pemerintah atas harapan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang berharap agar investasi besar US$ 20,9 miliar Proyek Masela tersebut membawa manfaat nyata bagi daerah.
"Kita sudah bicara kepada pemerintah daerah kabupaten, provinsi, Inpex, dan SKK Migas. Kami ingin proyek yang begini besar dilakukan tanpa kita melupakan hak-hak keseluruhan masyarakat yang ada di Kepulauan Tanimbar," ujar Bahlil dalam acara groundbreaking Proyek Abadi Masela, dikutip Jumat (17/7/2026).
Baca Juga
Prabowo: LNG Abadi Masela Tonggak Kemandirian Energi dan Mesin Baru Kemakmuran Rakyat
Menurut Bahlil, pembangunan Lapangan Gas Abadi Blok Masela harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan warga yang telah mengelola lahan di sekitar lokasi proyek. Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan kebijakan kompensasi bagi masyarakat yang telah memanfaatkan lahan secara turun-temurun, termasuk yang berada di kawasan hutan.
"Sekalipun tanah yang dipakai adalah tanah kawasan hutan, tetapi mereka sudah berkebun secara turun-temurun. Karena itu izinkan tadi saya membuat kebijakan, sudah berang tentu nanti kami akan laporkan dan minta arahan (Presiden) agar mereka diberikan ganti rugi, bukan ganti rugi tapi ganti untung untuk dipergunakan sebaik-baiknya," jelas Bahlil.
Dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja, Bahlil meminta operator Blok Masela, Inpex Masela Ltd, bersama pemerintah daerah memperkuat program pelatihan vokasi bagi masyarakat setempat. Langkah ini dinilai penting agar pemuda asal Kepulauan Tanimbar dan wilayah sekitarnya memiliki keterampilan yang sesuai untuk mengisi berbagai posisi, baik teknis maupun strategis, sejak tahap konstruksi hingga operasional proyek.
Komitmen terhadap keterlibatan tenaga kerja lokal juga menjadi bagian dari kesepakatan pemerintah dengan President & CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda. Bahlil menyebut, masyarakat yang berada di wilayah terdekat dengan proyek akan menjadi prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja.
"Kami telah bersepakat dengan President & CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda bahwa kita akan memprioritaskan masyarakat yang ada di wilayah tier satu dan dua dulu, kalau sudah habis kita ambil dari saudara-saudara kita di Jawa atau di luar negeri. Namun, selama ada di sini, pakai dulu di sini. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tidak kita memprioritaskan mereka," ujarnya.
Komitmen tersebut mendapat tanggapan dari Gerson, warga Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pria berusia 74 tahun yang memiliki empat anak dan dua cucu itu berharap pembangunan proyek dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi warga sekitar.
Baca Juga
Dari CCS Masela hingga PLTS 100 GW, Prabowo Dinilai Berpeluang Jadi Presiden Terhijau Indonesia
"Terima kasih kepada bapak-bapak yang sudah mulai Proyek Masela ini. Saya paling sangat dan paling bangga karena PSN ini dimulai untuk menunjang masyarakat Lematang ke depan untuk kepentingan dari anak sampai cucu kita lebih lebih maju," kata Gerson.
Dia juga berharap masyarakat lokal memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung ketika proyek mulai berjalan. "Kalau proyek ini sudah jalan (semoga) dapat memberi peluang kita masyarakat mendapat pekerjaan bagus dan baik," ucapnya.
