KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah melayani pengiriman pupuk sebanyak 10.050 ton sepanjang semester I/2026. Layanan tersebut menjadi bagian dari distribusi logistik berbasis kereta api untuk mendukung penyaluran pupuk ke berbagai daerah.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyatakan, kereta api dapat menjadi bagian dari sistem distribusi pupuk yang melibatkan berbagai moda transportasi.
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir agar Jadi Wajah Perkeretaapian RI
"Kereta api memiliki kapasitas untuk melayani pengiriman dalam jumlah besar dengan jadwal perjalanan teratur. Layanan ini dapat melengkapi penyaluran yang sudah berjalan, sesuai kebutuhan pelanggan dan kesiapan penerimaan barang di setiap daerah," kata Anne dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan catatan KAI, volume pengiriman pupuk melalui kereta api mencapai 24.180 ton pada 2024 dan 21.060 ton pada 2025. Adapun pada semester I/2026, volume pengiriman pupuk tercatat sebesar 10.050 ton.
Perseroan menyebut peran transportasi yang terencana semakin penting di tengah perubahan pasar pupuk global.
Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat volume perdagangan pupuk dunia pada Januari-April 2026 turun sekitar 20%-25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan rata-rata harga pupuk global pada 2026 meningkat sekitar 31%.
Di dalam negeri, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga 25 Juni 2026 telah mencapai 54,28% dari total alokasi nasional sebesar 9,55 juta ton.
Anne menuturkan, setiap moda transportasi memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam distribusi pupuk. Menurutnya, kereta api dapat melayani pengangkutan antardaerah, sementara distribusi dari dan menuju terminal barang dapat diteruskan menggunakan moda transportasi lain.
"Setiap moda transportasi memiliki peran saling mendukung. Kereta api dapat melayani perjalanan utama antardaerah, kemudian pengiriman dari dan menuju terminal barang dapat dilanjutkan dengan moda lain. Pola seperti ini memberi pilihan tambahan dalam mengatur distribusi pupuk," ujar Anne.
Pengiriman pupuk merupakan bagian dari layanan angkutan barang nonbatu bara KAI. Sepanjang semester I/2026, KAI mengangkut 5.963.948 ton barang nonbatu bara yang terdiri atas peti kemas, bahan bakar minyak, semen dan klinker, hasil perkebunan, barang ritel, pupuk, serta komoditas lainnya.
Baca Juga
Prabowo Setujui Pembentukan BUPP Perkeretaapian di Bawah KAI
Dikatakan Anne, pengembangan distribusi pupuk melalui kereta api memerlukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai Kementerian Pertanian, produsen pupuk, pemerintah daerah, perusahaan logistik, hingga pengelola terminal barang.
"Kelancaran penyaluran pupuk merupakan hasil kerja bersama. KAI siap menjadi bagian dari kerja tersebut melalui layanan barang yang aman, terjadwal, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman," pungkas dia.
