Dukung Swasembada Pangan, KAI Angkut 1.950 Ton Pupuk pada Kuartal I-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat angkutan pupuk sebesar 1.950 ton sepanjang kuartal I-2026 sebagai bagian layanan logistik nasional berbasis rel serta mendukung percepatan Asta Cita swasembada pangan nasional.
"Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI melayani angkutan pupuk sebesar 1.950 ton. Pada 2025, total angkutan pupuk mencapai 21.060 ton. Secara keseluruhan, total angkutan barang KAI pada kuartal I 2026 mencapai 14.948.442 ton, menunjukkan skala distribusi yang terus bergerak," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
Baca Juga
Kereta Bangunkarta Anjlok di Brebes, KAI Siapkan 10 Bus dan Rekayasa Perjalanan
Ia menambahkan, pengangkutan pupuk mencerminkan operasional logistik kereta api dalam skala besar. "Fokus kami adalah menjaga distribusi tetap berjalan sesuai jadwal dengan kapasitas yang memadai. Pupuk menjadi salah satu contoh bagaimana kereta api mengelola pengiriman dalam jumlah besar secara teratur," ujar Anne.
Anne menyebut kapasitas angkut dalam satu rangkaian kereta dapat mencapai hingga 4.200 ton dengan dukungan maksimal 60 gerbong. Kapasitas per gerbong saat ini rata-rata 50 ton dan terus ditingkatkan hingga 70 ton.
Pada kuartal I-2026, lanjutnya, ketepatan waktu keberangkatan (ontimeperformance/OTP) angkutan barang tercatat sebesar 95,97% dan kedatangan 91,77%.
Baca Juga
AHY Ungkap Pembangunan 14.000 Km Rel Kereta Butuh Rp 1.200 Triliun
Tak hanya itu, perseroan turut menyampaikan biaya logistik nasional saat ini masih berada di kisaran 15% hingga di atas 20% terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dibandingkan standar global yang berada di kisaran 7%–8%. Sekitar 60% aktivitas logistik nasional berada di Pulau Jawa dengan nilai mencapai Rp 2.400–2.500 triliun per tahun.
“Distribusi yang berjalan sesuai jadwal memberi kepastian bagi banyak sektor, termasuk pertanian sebagai salah satu contohnya. Ini yang terus kami jaga melalui peningkatan kualitas operasional,” tutur Anne.

