Realisasi Investasi Pariwisata Triwulan I-2026 Melonjak 76,67%
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat kinerja sektor pariwisata terus menguat sepanjang 2026. Peningkatan kunjungan wisatawan, devisa, hingga investasi dinilai menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 6,07 juta kunjungan medio Januari-Mei 2026. Angka tersebut meningkat 7,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, rata-rata belanja wisatawan mancanegara (average spending per arrival/ASPA) pada triwulan I 2026 mencapai US$ 1.345,61 atau sekitar Rp 22,68 juta. Nilai itu tumbuh 5,36% dan ikut mendorong devisa pariwisata naik 6,3% menjadi US$ 4,05 miliar.
Baca Juga
Kunjungan Wisman Naik 7,68%, Menpar Optimistis Pariwisata Mampu Dongkrak Ekonomi
Pergerakan wisatawan nusantara juga masih menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari-Mei 2026, perjalanan wisatawan domestik mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) pada triwulan I 2026 berada di kisaran 4,01%-5,00%. Capaian tersebut meningkat hingga 1,10 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi investasi, sektor pariwisata mencatat pertumbuhan paling signifikan. Realisasi investasi mencapai Rp 25,34 triliun pada triwulan I 2026 atau melonjak 76,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Capaian ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata terus berada pada jalur yang mendukung pencapaian target pembangunan tahun 2026 dan menjadi landasan untuk mencapai target yang lebih tinggi pada tahun 2027," kata Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Seiring meningkatnya target pembangunan sektor pariwisata, Kemenpar pun mengajukan tambahan anggaran Rp 1,01 triliun pada 2027 sehingga pagu ideal menjadi Rp 3 triliun. Hingga 9 Juli 2026, realisasi fisik program telah mencapai 59,29%, sedangkan realisasi anggaran sebesar 46,02%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menpar menegaskan penguatan sektor pariwisata merupakan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, pihaknya akan terus menjaga akuntabilitas belanja negara sekaligus memastikan setiap program mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
