James Riady Sebut Program BSPS Wujud Kepedulian Prabowo terhadap Hunian Masyarakat
Poin Penting
|
BANDUNG, investortrust.id - Chairman Lippo Group, James Riady mengapresiasi pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah yang dijalankan pemerintah. Menurutnya, program tersebut mencerminkan kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap penyediaan hunian bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan James saat mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau pelaksanaan Program BSPS di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026).
"Saya pengusaha sudah lebih dari 50 tahun. Apa yang hari ini kita saksikan, ini sesuatu hal yang luar biasa. Kelihatannya satu program yang berjalan di lapangan, tapi ini mencerminkan hati Bapak Presiden sendiri," kata James dalam keterangannya, dikutip Kamis (16/7/2026).
James menambahkan, dirinya telah memantau seluruh instruksi Presiden Prabowo sejak tahun lalu, di mana Kepala Negara terus memikirkan upaya membantu keluarga yang membutuhkan melalui program perumahan.
James juga menyebut untuk pertama kalinya Indonesia memiliki presiden yang memberikan perhatian langsung terhadap sektor perumahan. Dikatakan, hal itu ditunjukkan dengan penunjukan Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, pembentukan Kementerian PKP, serta dukungan dari Kementerian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS), dan kementerian/lembaga lainnya.
"Saya merasa sangat beruntung bisa melihat ini. Jadi, saya kira, kita bersyukur kepada Tuhan bahwa Tuhan pakai Pak Prabowo itu untuk mendorong program seperti ini," ujar James.
Baca Juga
Menteri Ara Alokasikan 4.000 Rumah Subsidi dan 496 Unit BSPS di Singkawang pada 2026
Ihwal itu, James berharap program yang dijalankan Kementerian PKP dapat diperluas pelaksanaannya ke berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, Program BSPS harus tepat sasaran dengan mengedepankan penggunaan data yang akurat.
"Yang paling penting program ini harus tepat sasaran. Jangan sampai orang yang mampu justru menerima bantuan, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkannya. Karena itu kita bekerja berbasis data dan berkolaborasi dengan BPS serta pemerintah daerah agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak," lugas Maruarar.
Ia turut menjelaskan, target Program BSPS di Jawa Barat pada 2026 meningkat menjadi 45.213 unit, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebanyak 6.374 unit.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, jajaran Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bandung.
Pada kesempatan itu, pelaksanaan bedah rumah di Kota Bandung ditandai dengan pemukulan kentongan secara simbolis. Program tersebut mencakup 1.418 rumah di Kota Bandung, mulai dilaksanakan pada 27 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 27 Oktober 2026.
