Rilis Bronyx AI, Bos ITSEC Ingatkan Keamanan Siber Tak Cuma Milik Perusahaan Besar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) meluncurkan platform AI-assisted automated penetration testing Bronyx AI untuk memperluas akses layanan keamanan siber bagi seluruh pelaku usaha. Melalui teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), perusahaan ingin membuat pengujian keamanan menjadi lebih cepat, mudah, dan terjangkau, tidak lagi hanya dinikmati perusahaan besar.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher mengatakan, masih banyak perusahaan, khususnya startup dan pelaku usaha kecil, yang belum melakukan penetration testing karena prosesnya memakan waktu lama dan berbiaya tinggi. Kondisi ini yang meningkatkan risiko keamanan aplikasi yang digunakan masyarakat.
"Misi utamanya adalah membuat Indonesia lebih aman, membuat aplikasi yang kita gunakan di sini lebih aman, dengan membuat pengujian menjadi cepat dan terjangkau," kata Patrick di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, layanan ini memungkinkan perusahaan menguji keamanan aplikasi dalam hitungan menit hingga jam, bukan lagi berminggu-minggu. Pengujian juga dapat dilakukan secara berkelanjutan selama proses pengembangan aplikasi tanpa menggantikan peran tenaga ahli keamanan siber.
"Bronyx tidak menggantikan pen-test yang dilakukan manusia. Namun, Anda bisa menguji aplikasi secara terus-menerus, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, kapan pun dibutuhkan," ujarnya.
Patrick menegaskan, ITSEC ingin mengubah kebiasaan industri agar setiap aplikasi maupun layanan digital diuji lebih dulu sebelum diluncurkan ke publik. Menurutnya, pendekatan tersebut penting di tengah pesatnya transformasi digital di sektor perbankan, fintech, e-commerce, transportasi, hingga industri lainnya.
Baca Juga
ITSEC Asia (CYBR) Luncurkan Bronyx AI, Pengujian Keamanan Siber Kini Cukup Hitungan Jam
Kebutuhan berbagai sektor industri
Optimisme itu tercermin dari tingginya minat pasar. Patrick mengungkapkan, dalam tiga hari setelah diperkenalkan, Bronyx AI telah menerima sekitar 600 permintaan proof of concept (POC) dari berbagai sektor industri.
"Permintaannya sangat besar karena solusi ini mudah digunakan, mudah diimplementasikan, terjangkau, dan dapat diakses. Kami ingin mendemokratisasi keamanan siber sehingga bisa dinikmati perusahaan besar maupun kecil di seluruh Indonesia," katanya kepada awak media.
Patrick menambahkan, Bronyx AI dikembangkan sepenuhnya oleh talenta Indonesia dengan seluruh proses pengolahan data dilakukan di dalam negeri. Pendekatan tersebut dipilih untuk menjaga kedaulatan data sekaligus meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap teknologi AI.
"Kami sengaja mengembangkan produk ini 100% di Indonesia. Datanya tetap di sini, pemrosesan AI dilakukan di sini, sehingga pengguna tahu ke mana data mereka diproses. Kepercayaan dimulai dari sana," tutup Patrick.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemenkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana mengatakan, Indonesia juga perlu membangun kapabilitas keamanan siber dari dalam negeri. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kedaulatan digital sekaligus memanfaatkan bonus demografi melalui pengembangan talenta digital Tanah Air.
"Talenta-talenta ini harus kita maksimalkan kemampuannya untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital," harapnya.
