Kurs Rupiah Melemah, Bos ITSEC (CYBR) Tetap Optimistis Prospek Bisnis Keamanan Siber
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), Patrick Rudolf Dannacher menyebut, pihaknya tetap optimistis terhadap prospek bisnis perseroan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Patrick mengakui volatilitas kurs menjadi tantangan bagi banyak perusahaan di Indonesia, terutama yang masih bergantung pada impor perangkat dan teknologi dari luar negeri.
“Tidak mudah bagi setiap perusahaan di Indonesia terutama jika Anda memiliki banyak impor,” ujar Patrick saat ditemui awak media di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Meski demikian, Patrick menilai kondisi pelemahan rupiah saat ini masih bersifat sementara. Ia meyakini pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga
Bisnis Keamanan Siber Jadi Kebutuhan, ITSEC Asia (CYBR) Genjot AI Security
“Saya cukup yakin bahwa hal-hal akan membaik dari posisi kita saat ini ke depannya. Saya pikir kepemimpinan negara ini dan Bank Sentral mengambil langkah-langkah yang tepat untuk masa depan,” katanya.
Menurut Patrick, dampak fluktuasi kurs terhadap ITSEC relatif terbatas karena perusahaan lebih banyak berinvestasi dan mengembangkan solusi keamanan siber secara domestik. Strategi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan teknologi nasional.
“Kami telah berinvestasi sebagian besar secara domestik, kami berproduksi sebagian besar secara domestik. Jadi kami tidak begitu bergantung pada nilai tukar mata uang asing,” ujarnya.
ITSEC juga menegaskan akan terus memperkuat pengembangan produk lokal dan layanan keamanan siber berbasis sovereign technology. Perseroan menilai kemandirian teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang di tengah dinamika global.

