Kadin Ungkap Peran Indonesia di Rantai Pasok Global, 80 Merek Global Pakai Produk RI
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti semakin besarnya peran Indonesia dalam rantai pasok global. Hal itu tercermin dari sedikitnya 80 merek internasional yang menggunakan produk maupun komponen yang diproduksi di Indonesia dalam proses bisnis mereka.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, fakta tersebut dihimpun dalam buku "We Buy From Indonesia" yang akan diluncurkan pada 8 Agustus 2026. Buku tersebut memuat berbagai perusahaan global yang selama ini telah membeli produk atau komponen dari Indonesia.
"Di sini ada contoh 80 perusahaan-perusahaan dunia, dari Tesla, IKEA, hingga Uniqlo yang sudah melakukan pembelian di Indonesia untuk komponennya," ujar Anindya usai bertemu Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut dia, buku tersebut disusun untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pengekspor komoditas, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri dunia. Bahkan, komponen buatan Indonesia digunakan dalam berbagai produk manufaktur global, termasuk industri otomotif dan kedirgantaraan.
Baca Juga
Temui Mendag, Ketum Kadin Anindya akan Luncurkan Buku 'We Buy From Indonesia' Demi Genjot Ekspor
Anindya mengungkapkan, selain Tesla, IKEA, dan Uniqlo, perusahaan dirgantara Boeing juga memanfaatkan komponen yang diproduksi di Indonesia. Meski tidak selalu terlihat oleh konsumen, berbagai komponen tersebut menjadi bagian dari produk akhir yang dipasarkan secara global.
"Banyak sekali komponen kecil yang mungkin tidak diketahui masyarakat, tetapi diproduksi di Indonesia dan menjadi bagian dari produk-produk dunia, bahkan Boeing pun demikian," katanya.
Ia menjelaskan, buku We Buy From Indonesia diterbitkan dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Selain menampilkan nama perusahaan global yang membeli produk Indonesia, buku itu juga menjelaskan jenis produk maupun komponen yang dipasok sehingga diharapkan dapat menjadi referensi bagi calon pembeli dan investor asing.
Tak sampai di situ, Ketum Anindya juga sempat bercerita kepada Mendag Budi mengenai kesan Republik Prancis Emmanuel Macron yang telah melihat buku tersebut. Anindya mengungkapkan, Presiden Macron menginginkan agar buku tersebut dibuatkan edisi spesial Prancis.
"Waktu kami menyampaikan buku ini kepada Pak Presiden Macron dan di hadapan tentunya Pak Presiden Prabowo, mereka mengatakan, 'Wah, kurang banyak nih dari 80 brand-nya nih yang Prancis, sehingga tolong bikin dong We Buy From Indonesia French Edition', contoh saja," terang Anindya.
