Google Ungkap Orang Indonesia Hasilkan 9 Juta Gambar AI Setiap Hari Lewat Gemini
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Google mengungkapkan orang Indonesia makin aktif memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk berkreasi. Dengan menggunakan aplikasi Gemini, pengguna di Tanah Air menghasilkan hampir 9 juta gambar berbasis AI setiap hari. Angka itu merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.
Temuan itu tercantum dalam laporan perdana 'Gemini Report: Southeast Asia 2026' yang dirilis Selasa (14/7/2026). Dalam laporannya, Google menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar dengan adopsi Gemini yang tumbuh pesat seiring meningkatnya penggunaan AI dalam aktivitas harian.
Baca Juga
DeepSeek Diduga Contek Output Google Gemini, Industri AI Mulai Waspada
Google mencatat 82% interaksi pengguna Gemini di Indonesia dilakukan melalui perangkat seluler. Dari seluruh permintaan yang masuk, separuhnya sudah memakai masukan multimodal seperti suara dan gambar, bukan hanya teks.
"Sebagai asisten AI yang paling banyak dicari di Indonesia, Gemini telah memicu revolusi visual yang mengutamakan penggunaan seluler (mobile-first)," tulis Google dalam laporannya.
Selain sangat mobile, pengguna Indonesia juga makin nyaman memakai bahasa lokal saat berinteraksi dengan AI. Sebanyak 84% prompt yang dikirim ke Gemini menggunakan bahasa Indonesia, menandakan pemahaman konteks lokal menjadi pendorong utama adopsi.
Secara regional, Google melaporkan pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara melonjak lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Pertumbuhan itu menjadi yang tercepat dibandingkan aplikasi Google lainnya dan didorong oleh dominasi populasi muda yang melek teknologi.
Laporan itu juga menunjukkan sekitar 75% permintaan kepada Gemini di Asia Tenggara berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40% interaksi sudah memanfaatkan fitur multimodal seperti suara, foto, dan video, termasuk sekitar 10% yang memakai Gemini Live untuk percakapan suara.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Gaet Google Tawarkan Paket Data Gemini AI Plus
Head of Partnerships, Strategy and Growth (AI Products) AI Singapore, Mark Pereira mengatakan, kemampuan AI memahami bahasa lokal menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi di Asia Tenggara. Menurutnya, teknologi AI harus memahami konteks budaya dan bahasa agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"Adopsi AI terjadi ketika teknologi terasa alami, bukan sekadar hasil terjemahan. Di kawasan yang kaya keberagaman bahasa seperti Asia Tenggara, model AI harus memahami konteks lokal secara mendalam agar dapat digunakan secara efektif," ungkapnya secara virtual.
Ke depan, Google berencana memperluas kemampuan Gemini melalui fitur AI agent Gemini Spark yang mampu membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan secara proaktif. Fitur itu mulai tersedia dalam bahasa lokal bagi pelanggan Gemini Advanced (Ultra) di Asia Tenggara sebagai bagian dari strategi Google memperluas pemanfaatan AI di kawasan.
