Orang Indonesia Doyan Pakai Nano Banana, Tembus 18 Juta Gambar per Hari!
JAKARTA, investortrust.id - Masyarakat Indonesia tak hanya doyan konten digital, tetapi juga makin gandrung pada teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Buktinya, fitur Nano Banana dari Google Gemini kini digunakan untuk menghasilkan 18 juta gambar per hari hanya dari Indonesia. Angka itu menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.
“Minat konsumen terhadap AI di kawasan ini melampaui batas, bahkan tiga kali lipat dari rata-rata global. Indonesia sendiri termasuk dalam 20 besar dunia untuk minat pada AI multimodal,” ungkap Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, dalam paparan e-Conomy SEA Report 2025 di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga
Google: Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Positif 14%, Hampir Sentuh US$ 100 Miliar
Nano Banana merupakan editor gambar berbasis AI dari Google DeepMind yang mampu membuat dan mengedit gambar digital dengan presisi tinggi dan kecepatan super. Fitur ini jadi primadona baru karena bisa digunakan langsung di perangkat tanpa koneksi internet berat, dan cocok untuk konten kreator hingga bisnis digital.
“Engagement konsumen Indonesia terhadap Nano Banana ini tinggi dan konsisten. Rata-rata jumlah gambar yang dihasilkan mencapai 18 juta per hari,” lanjut Veronica.
Tak berhenti di situ, Indonesia juga memimpin dalam pertumbuhan pendapatan aplikasi dengan fitur AI, naik 127% year-on-year. Artinya, masyarakat tak hanya penasaran, tetapi juga siap membayar untuk teknologi AI yang mempermudah hidup mereka.
Veronica menyebut 80% pengguna AI di Indonesia menggunakan fitur ini setiap hari—peringkat kedua tertinggi di Asia Tenggara, hanya terpaut tipis dari Vietnam.
“Motivasi utamanya adalah efisiensi. Sebanyak 51% pengguna mengaku AI membantu mereka menghemat waktu, terutama dalam riset dan benchmarking,” ujarnya.
Baca Juga
Terralogiq Bahas Pemanfaatan Google Maps dan 'Location Intelligence' untuk Efisiensi Bisnis Astra
Fenomena ini juga merambah dunia kerja. Sekitar 79% tenaga kerja Indonesia kini terlibat dalam pembelajaran atau pelatihan AI, dengan partisipasi di pelatihan AI generatif meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir.
“Pasar Indonesia bukan cuma siap, tapi sudah bergerak menuju masyarakat yang benar-benar cerdas digital,” kata Veronica.

