Emas Antam (ANTM) Melemah, Sentimen Trump dan The Fed Tekan Harga
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (14/7/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,615 juta atau turun Rp 20.000 dari Senin (13/7/2026) Rp 2,635 juta per gram setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,352 juta atau turun Rp 43.000 dari sebelumnya Rp 2,395 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang turun lebih 3% pada Senin (13/7/2026). Harga emas spot turun 3,1% menjadi US$ 3.991,56 per ons. Penurunan itu menjadi pelemahan selama dua sesi perdagangan berturut-turut. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat turun 2,6% dan ditutup pada US$ 4.005,70 per ons.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Naik ke Rp 2,650 Juta per Gram, 'Buyback' Ikut Menguat
Tekanan terhadap pasar emas meningkat setelah Trump mengatakan Amerika Serikat akan memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran. Ia juga menyatakan Washington akan mengenakan penggantian biaya sebesar 20% terhadap seluruh kargo yang dikirim melalui Selat Hormuz setelah Teheran mengklaim telah menutup jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan itu langsung mendorong harga minyak berjangka melonjak sekitar 5% karena pasar mengkhawatirkan gangguan pasokan energi global. Kenaikan harga minyak berpotensi mempercepat inflasi melalui kenaikan biaya energi dan transportasi.
Kondisi tersebut dapat mendorong Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkannya guna mengendalikan tekanan harga.
Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Saat suku bunga naik, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berbunga yang menawarkan pengembalian lebih tinggi.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 71% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada September.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini 9 Juli 2026 Stabil di Rp 2,641 Juta per Gram
Perhatian investor kini beralih pada kesaksian Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa. Sidang di hadapan Kongres tersebut menjadi kesempatan pertama bagi Warsh untuk memaparkan pandangan kebijakan moneternya sejak menjabat.
Pelaku pasar akan mencermati setiap pernyataannya guna mencari petunjuk mengenai arah suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Selain itu, Pemerintah Amerika Serikat dijadwalkan merilis sejumlah indikator ekonomi penting sepanjang pekan ini. Data yang akan diumumkan meliputi Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI), Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI), laporan penjualan ritel Juni, serta data klaim pengangguran mingguan.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,357 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,615 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,170 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,730 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,850 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,645 juta
- Emas 25 gram: Rp 63,987 juta
- Emas 50 gram: Rp 127,895 juta
- Emas 100 gram: Rp 255,712 juta
- Emas 250 gram: Rp 639,015 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,277,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,555,600 miliar.
