Indonesia dan Rusia Perkuat Kemitraan Perkapalan untuk Perluas Pasar ke ASEAN
Poin Penting
|
YEKATERINBURG, Investortrust.id -- Indonesia dan Rusia berkomitmen memperkuat penjajakan kerja sama industri perkapalan melalui forum bertajuk Building an Indonesia–Russia Shipbuilding Partnership: Developing Maritime Industrial Cooperation for Indonesia, Russia and the ASEAN Market.
Forum strategis tersebut digelar di Indonesia Pavilion, Hall 4, pada ajang bergengsi INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Agenda internasional ini menjadi wadah krusial bagi para pelaku industri dari kedua negara untuk menjajaki peluang investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga produksi bersama demi meningkatkan daya saing industri maritim Indonesia serta memperluas penetrasi ke pasar regional ASEAN.
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam forum yang berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026 tersebut. Kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi.
“Kerja sama industri perkapalan dengan Rusia menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kapasitas industri maritim melalui investasi, alih teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan kolaborasi produksi,” ujar Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita mengutip laman resmi kantor Kemenperin, Sabtu (11/7/2026).
Menperin menambahkan bahwa upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional sekaligus memperluas akses ke pasar ASEAN. Selain itu, jajaran pemerintah memandang kerja sama industri perkapalan dengan Rusia sebagai langkah taktis yang krusial untuk memperkokoh kedaulatan serta kapasitas industri maritim nasional.
Baca Juga
Prabowo Percepat Pembangunan Kampung Nelayan dan Konsolidasi Industri Kapal Nasional
Forum ini berhasil mempertemukan asosiasi industri perkapalan dan komponen kapal dari Indonesia secara langsung dengan perusahaan-perusahaan galangan kapal terkemuka asal Rusia untuk mengupas tuntas peluang kolaborasi bisnis serta adopsi teknologi mutakhir.
Sebagai negara kepulauan yang membentang lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki urgensi dan kebutuhan yang sangat besar terhadap industri perkapalan yang andal. Infrastruktur maritim yang mumpuni sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik, efisiensi transportasi antarpulau, kemajuan sektor perikanan, kelangsungan kegiatan energi lepas pantai, hingga pencapaian pemerataan pembangunan ekonomi nasional.
Di sisi lain, Rusia diakui memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang dalam pengembangan industri perkapalan global, mulai dari rancang bangun kapal niaga hingga penguasaan teknologi sistem propulsi dan rekayasa maritim tingkat tinggi. Karakteristik unggul yang dimiliki oleh masing-masing negara ini menciptakan potensi kerja sama strategis yang saling melengkapi dan menguntungkan.
Peluang kolaborasi bilateral ini diperkirakan akan semakin terbuka lebar pasca ditandatanganinya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Perjanjian perdagangan bebas tersebut diharapkan mampu memperkuat volume perdagangan, arus investasi, kemitraan sektor manufaktur, serta pertukaran teknologi yang masif antara Indonesia dan seluruh negara anggota Eurasian Economic Union.
