Kadin Indonesia Bidik Peluang Investasi dari OECD dan Uni Eropa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidik peluang investasi dan perdagangan dari proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) serta penyelesaian perundingan dagang dengan Uni Eropa. Kedua agenda itu dinilai akan memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, pihaknya terus mendampingi pemerintah dalam proses aksesi OECD sejak 2023. Dalam waktu dekat, Indonesia juga akan menerima misi teknis sebagai bagian dari proses tersebut.
“Kami akan terus mendukung perjalanan sektor swasta dalam proses ini,” kata Anin dalam sambutannya di depan puluhan duta besar negara sahabat di Kantor Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Di sisi lain, Anin menyoroti perkembangan perundingan ekonomi dengan Uni Eropa. Menurutnya, penghapusan sekitar 98% tarif perdagangan juga akan membuka peluang ekspor dan investasi yang lebih besar bagi kedua belah pihak.
“Sebanyak 98% tarif akan dihapuskan. Ini akan membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih besar antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa,” ujarnya.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Bakrie: IHSG Optimistis Kembali Tembus 9.000 Didukung Faktor Ini
Kadin, lanjut Anin, aktif memperluas jejaring bisnis melalui berbagai forum internasional. Dalam beberapa pekan terakhir, organisasi tersebut juga akan mengikuti agenda kerja sama ekonomi di China, termasuk forum CEO APEC dan forum rantai pasok ASEAN-China.
Selain itu, Kadin memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi internasional serta mendukung tindak lanjut kerja sama ekonomi Indonesia dengan Singapura dan India. Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka akses investasi, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Anin mengatakan seluruh kerja sama internasional itu harus memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha di dalam negeri. Karena itu, Kadin akan terus menghubungkan peluang investasi global dengan pelaku usaha di berbagai daerah.
"Melalui penguatan kerja sama internasional, Kadin berharap Indonesia dapat meningkatkan arus investasi, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat posisi sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia," tutup Anin.
