Pam Jaya Gandeng Bin Zayed International Kembangkan Infrastruktur Air Bersih Jakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta bersama PT Pam Jaya (Perseroda) menjajaki kerja sama dengan Bin Zayed International untuk mendukung pengembangan infrastruktur air bersih di Jakarta.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan non-disclosure agreement (NDA) yang menjadi tahap awal pembahasan potensi kerja sama pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kuala Lumpur, Malaysia, April 2026 lalu.
Direktur Utama Pam Jaya, Arief Nasrudin menyatakan, kerja sama dengan Bin Zayed International merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjawab tantangan penyediaan layanan air bersih di Jakarta sekaligus mendukung target cakupan layanan air minum 100%.
Baca Juga
"Arahan Bapak Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Bapak Wakil Gubernur Rano Karno jelas, pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. Pam Jaya menargetkan cakupan layanan air minum 100% di Jakarta. Karena itu, kami perlu bermitra dengan pihak yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang," kata Arief dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/7/2026).
Dikatakan Arief, kesepakatan tersebut menjadi dasar untuk pertukaran data, penyusunan kajian teknis, serta pembahasan lebih lanjut mengenai peluang kerja sama pengembangan SPAM di Jakarta.
Adapun kunjungan Pam Jaya ke Malaysia merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bin Zayed International ke Balai Kota DKI Jakarta untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pertemuan itu membuka komunikasi awal mengenai peluang kerja sama strategis di bidang pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan.
Arief menyampaikan, tantangan Pam Jaya tidak hanya memperluas cakupan layanan, tetapi juga menekan tingkat non-revenue water (NRW) di tengah karakteristik Jakarta sebagai kota padat dengan jaringan utilitas bawah tanah yang kompleks.
"Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar Pam Jaya. Tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, serta kebutuhan layanan yang terus meningkat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, penting untuk membuka peluang dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta," terangnya.
Bin Zayed International Minati Proyek Giant Sea Wall
Selain pengembangan SPAM, lanjut Arief, Bin Zayed International juga menyatakan minat terhadap pembangunan infrastruktur strategis di Jakarta, termasuk potensi keterlibatan dalam proyek Giant Sea Wall (GSW).
Arief menegaskan, penandatanganan NDA tersebut merupakan tahap awal agar proses penjajakan kerja sama dilakukan secara profesional dan berdasarkan kajian yang matang.
Baca Juga
Pam Jaya Raih Rekor Muri, Target Layanan Air Bersih 100% pada 2029
"Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama berjalan profesional, akuntabel, dan berbasis kajian matang. Pam Jaya akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama," tuturnya.
Sebelumnya, Pam Jaya juga menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak dari Turki dan Swiss untuk menjajaki peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi guna mendukung peningkatan operasional dan kualitas layanan air bersih di Jakarta.
