Anak Usaha Jababeka (KIJA) Ungkap Pelemahan Rupiah Tak Berdampak pada Properti Industri
JAKARTA, investortrust.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tak berdampak signifikan terhadap penjualan properti industri PT Grahabuana Cikarang, anak usaha PT Jababeka Tbk (KIJA).
Pada perdagangan Kamis (9/7/2026), nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp18.075 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi pada Rabu (8/7/2026) yang berada di level Rp17.994 per dolar AS.
Baca Juga
Direktur PT Grahabuana Cikarang Ivonne Anggraini mengatakan, mayoritas transaksi perusahaan menggunakan mata uang rupiah, sementara pembelinya didominasi pelaku usaha domestik. Kondisi tersebut membuat fluktuasi nilai tukar belum berdampak langsung terhadap penjualan properti industri.
"Transaksi kami dalam rupiah dan mayoritas pembelinya juga lokal. Memang secara umum pelemahan rupiah membuat orang lebih berhati-hati mengeluarkan uang, tetapi kalau memang ada kebutuhan untuk ekspansi, mereka tetap melakukan pembelian," ujar Ivonne di Menara Batavia, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Hingga kini, menurut Ivonne, perusahaan belum melihat adanya penurunan permintaan akibat pelemahan kurs rupiah. Penjualan properti industri masih relatif stabil karena sebagian besar pembeli merupakan perusahaan yang telah beroperasi di kawasan Jababeka dan membutuhkan tambahan ruang untuk mengembangkan usahanya.
Baca Juga
Indonesia Wajib Ambil Peluang, James Riady Ingatkan Modal Global Kini Mengalir ke AI
"Kalau ditanya ada dampaknya atau tidak, tentu secara umum ada terhadap kondisi ekonomi. Namun, untuk penjualan kami, sementara ini masih stabil karena pembeli memang memiliki kebutuhan untuk berekspansi," katanya.
Selain mengandalkan penjualan properti, Grahabuana Cikarang juga memperoleh pendapatan berulang (recurring income) dari bisnis infrastruktur kawasan yang dikelola Grup Jababeka. Menurut Ivonne, sumber pendapatan tersebut menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan di tengah dinamika ekonomi dan pergerakan nilai tukar.
