KAI Bangun Rusun Manggarai mulai Agustus 2026, Harganya Sangat Terjangkau
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan memulai pembangunan rumah susun (rusun) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan pada Agustus 2026. Tahap awal pembangunan difokuskan pada Blok G yang terdiri atas tiga menara. Harganya sangat terjangkau.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyatakan, pembangunan rusun tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD) yang terintegrasi dengan Stasiun Manggarai.
"Yang Manggarai, mungkin bulan depan (Agustus 2026) kita mulai. Kita mulai dengan Blok G dulu. Blok G itu nanti ada tiga tower," kata Bobby dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta di KA Nusantara Eksplorer, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga
Integrasi Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Beroperasi Saat HUT KAI pada 28 September
Menurut Bobby, konsep pengembangan kawasan tersebut mengacu pada hunian yang terintegrasi dengan simpul transportasi publik sehingga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
"Kalau kita lihat konsep hunian yang di luar negeri, itu kan menempel pada hub transportasi. Karena ada satu prinsip, money follow the people. Sekarang di Manggarai yang kita perlukan crowd. Kalau ada crowd-nya dan ada transportasinya, maka kawasan itu akan hidup, transaksinya akan tinggi," jelas dia.
Bobby Rasyidin mengungkapkan, dalam jangka panjang, kawasan Manggarai akan dikembangkan menjadi sebuah sub-district di Jakarta karena stasiun tersebut bakal menjadi salah satu hub transportasi, mulai Commuter Line Jabodetabek, bus Transjakarta, hingga LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai.
Bobby juga memastikan hunian tersebut akan terhubung langsung dengan Stasiun Manggarai melalui jembatan layang (skybridge). "Ya dong, nanti kami integrasikan," ucap dia.
Perihal pemasaran, Bobby menyebut pendaftaran pembelian unit dilakukan melalui situs Space by KAI dan Bank BTN. Hunian yang ditawarkan berstatus hak milik (strata title). "Nanti untuk pendaftarannya di website (space.kai.id) dan di website BTN,” tutur dia.
Dirut KAI mengakui, harga hunian tersebut sangat terjangkau. “Itu murah banget, tipe 45 sekitar Rp 500 juta. Statusnya hak milik, strata-title. Jadi, silakan hunting dan bunganya 6%,” tandas dia.
Baca Juga
KAI Sebut Relokasi Warga Bantaran Rel Berlanjut ke Kampung Bandan dan Palmerah
Sebelumnya, KAI mengumumkan akan membangun sekitar 2.200 unit hunian vertikal di kawasan Stasiun Manggarai sebagai bagian dari pengembangan TOD, sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah.
Proyek tersebut akan dibangun di dua blok, yakni Blok G dan Blok F, dengan total delapan menara yang masing-masing memiliki 12 lantai. KAI menargetkan penyerahan unit kepada pembeli dapat dilakukan pada awal 2027.
Hunian yang ditawarkan terdiri atas tipe 45 dengan harga sekitar Rp 500 juta per unit dan tipe 52 sekitar Rp 600 juta per unit. Selain Manggarai, KAI menyiapkan pengembangan hunian berbasis stasiun Kiaracondong (Bandung), Jl Dr Kariadi (Semarang), dan Gubeng (Surabaya).
