KAI Sebut Relokasi Warga Bantaran Rel Berlanjut ke Kampung Bandan dan Palmerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan melanjutkan relokasi warga yang bermukim di bantaran rel Kampung Bandan dan Palmerah ke Hunian Senen yang digarap Danantara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyatakan, Hunian Senen yang berdiri di Jalan Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat memiliki total 324 unit. Saat ini, sebanyak 69 unit telah terisi, sementara sekitar 100 kepala keluarga (KK) dari kawasan Kampung Bandan akan menjadi penerima manfaat berikutnya.
"Jadi di Kramat, kita bikin 324 unit. Yang sudah terisi 69 unit. Sekarang kita mau pindahkan yang di Kampung Bandan. Yang ke arah Kampung Bandan itu kan banyak 'Rumah Tanpa Matahari', itu ada sekitar 100 keluarga yang dipindahkan," kata Bobby dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta di kereta KA Wisata, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga
Hunian Warga Eks Bantaran Rel Senen Siap Diresmikan 15 Juni 2026
Setelah relokasi warga Kampung Bandan, KAI juga berencana memindahkan warga yang tinggal di bantaran rel kawasan Palmerah. "Iya (kita pindahkan). Ini program kerakyatan kan," ujar Bobby.
Bobby mengklaim, proses relokasi tidak menemui penolakan dari warga. Menurutnya, penyediaan hunian menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini tinggal di bantaran rel. "Coba tanya ke Daop 1, tidak ada yang menolak. Selama ini mereka diusir, tapi tanpa solusi. Sekarang kita kasih mereka solusi," ucap dia.
Selain rumah layak huni, lanjut Bobby, pemerintah melalui PT KAI juga memberikan pekerjaan kepada sebagian warga yang direlokasi sebagai petugas kebersihan. "Ini perintah Presiden juga, 'Bob, kasih kerjaan'. Kita kasih kerjaan jadi petugas kebersihan. Kita namain mereka itu pejuang bersih," kata dia.
Ia mengungkapkan, anak-anak dari keluarga yang direlokasi telah didaftarkan ke Sekolah Rakyat sesuai instruksi langsung dari Presiden Prabowo. "Saya laporan sama beliau, 'Pak, itu banyak anak-anak yang tidak sekolah'. Beliau bilang, 'Daftarkan ke Sekolah Rakyat'," tutur Bobby.
Bobby menilai, penataan kawasan bantaran rel akan terus dilakukan karena tidak hanya berkaitan dengan keselamatan perjalanan kereta api, tetapi juga penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat.
"Ya, kita akan bersihkan semuanya karena bagi kami, ini tidak hanya menyangkut safety. Ini persoalan masyarakat kita yang tidak hidup dengan hunian layak," tegas dia.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan, Danantara Housing telah menyelesaikan pembangunan Hunian Senen di atas lahan seluas 1,61 hektare (ha) berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau Injourney Airports. Kawasan tersebut memiliki 324 unit hunian yang dilengkapi fasilitas toilet, musala, dapur umum, ruang komunal, taman bermain anak, dan area parkir.
Menurut Maruarar, proyek yang dimulai pada 3 April 2026 itu rampung lebih cepat dari target penyelesaian pada 15 Juni 2026. "Luar biasa cepat kerjanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada BP BUMN, PT KAI, PT Angkasa Pura Indonesia yang menyiapkan lahannya, serta kontraktor pelaksana yaitu Hutama Karya, PT PP, dan Wijaya Karya. Ini contoh kolaborasi yang baik untuk kepentingan rakyat," kata dia saat meninjau kesiapan hunian pada 9 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria menuturkan, penghuni Hunian Senen tidak akan dikenakan biaya selama enam bulan pertama, termasuk untuk kebutuhan listrik dan air.
Baca Juga
Proyek Hunian Bantaran Rel Senen Capai 99%, Hutama Karya Sebut Rampung Juni 2026
"Untuk tahap awal tidak akan dipungut biaya. Listrik dan air juga akan digratiskan terlebih dahulu. Nanti setelah enam bulan akan dilakukan evaluasi terkait pengelolaannya," tandas Dony.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, mengatakan bahwa warga bantaran rel di kawasan Pasar Gaplok menjadi prioritas pertama relokasi ke Hunian Senen.
"Data penghuni sudah kami siapkan. Prioritas pertama adalah warga bantaran rel di Pasar Gaplok. Selanjutnya relokasi akan dilakukan secara bertahap untuk kawasan bantaran rel lainnya. Ini penting karena keberadaan permukiman di bantaran rel sangat berisiko bagi keselamatan," tutur dia.
