Indointernet (EDGE) Operasikan Jalur Fiber Optik Bawah Tanah Ketiga Jakarta-Bekasi-Karawang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indointernet Tbk (EDGE) mengoperasikan jalur fiber optik bawah tanah ketiga melalui koridor East Route yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan industri dan pusat data di Bekasi hingga Karawang.
East Route merupakan bagian dari pengembangan koridor timur Indonet yang terdiri atas tiga jalur. Setelah dua jalur sebelumnya beroperasi sejak 2025, jalur ketiga kini resmi beroperasi dengan panjang lebih dari 80 kilometer dan kapasitas 2 x 576 core fiber.
Dengan beroperasinya jalur tersebut, total jaringan fiber optik Indonet kini mencapai sekitar 850 kilometer atau meningkat 141% dibandingkan sebelum 2024. Penambahan jaringan ini memberikan kapasitas yang lebih besar untuk ekspansi layanan sekaligus memperkuat konektivitas antar-pusat data bagi pelanggan yang membutuhkan high availability dan kontinuitas bisnis.
Baca Juga
PEFINDO Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat pada Semester II-2026
Indonet juga menjadi salah satu penyedia infrastruktur digital pertama di Indonesia yang membangun koridor fiber optik sepenuhnya di bawah tanah untuk jalur Jakarta, Bekasi, hingga Karawang.
Seiring pengoperasian jalur baru tersebut, Indonet meningkatkan kapasitas backbone network menjadi 100 Gbps untuk mendukung kebutuhan konektivitas di kawasan industri. Penguatan infrastruktur ini sejalan dengan ekspansi jaringan perusahaan ke berbagai pusat pertumbuhan industri, termasuk Kawasan Industri Mitra Karawang (KIM).
Presiden Direktur Indonet Donauly Situmorang mengatakan, infrastruktur interkoneksi pusat data menjadi fondasi penting di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas yang andal dengan bandwidth tinggi, latensi rendah, serta tingkat ketersediaan layanan yang semakin tinggi.
Baca Juga
Perkuat Struktur Daerah, OJK Setujui Konsolidasi 81 BPR/BPRS Menjadi 24 Entitas Baru
"Indonesia sedang memasuki fase baru pembangunan infrastruktur digital. Investasi pada data center, cloud, dan AI akan terus meningkat, namun nilai dari investasi tersebut hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh konektivitas yang sama kuatnya," ujar Donauly dalam Media Gathering Indonet di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Menurut dia, perseroan akan terus berinvestasi membangun jaringan fiber optik bawah tanah serta infrastruktur interkoneksi data center yang andal agar pelanggan dapat bertumbuh tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur.
Selain meningkatkan keandalan konektivitas, investasi pada fiber optik bawah tanah juga diyakini memperkuat ketahanan infrastruktur. Dibandingkan jaringan fiber udara, fiber optik bawah tanah diklaim memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap berbagai risiko operasional.
Baca Juga
Bertemu Menkeu, Said Iqbal Ingin Usulkan JHT Kena Tarif Pajak 0%
Infrastruktur tersebut dinilai mampu menghadirkan layanan yang lebih stabil untuk kebutuhan bisnis mission-critical, seperti disaster recovery dan AI workloads yang membutuhkan performa jaringan secara konsisten.
Direktur Operasional Indonet Agus Ariyanto mengatakan, seluruh jaringan bawah tanah dibangun pada kedalaman sekitar 1,5 hingga 2 meter sehingga lebih terlindungi dari berbagai risiko eksternal, seperti cuaca ekstrem maupun aktivitas konstruksi.
"Hal ini memungkinkan kami menghadirkan konektivitas yang lebih stabil, memperkuat redundansi jaringan, dan memastikan layanan tetap andal untuk mendukung kebutuhan konektivitas yang bersifat mission-critical," kata Agus.
