"Health is the New Wealth": Kadin dan Kemenkes Dorong Sektor Kesehatan Jadi Mesin Ekonomi Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kementerian Kesehatan menyosialisasikan White Paper Industri Kesehatan bertajuk “Health is the New Wealth”. Dokumen strategis ini menegaskan reposisi sektor kesehatan yang selama ini kerap dianggap sebagai beban pengeluaran (expense), kini menjadi investasi strategis (investment) sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Acara yang diinisiasi oleh 8% Club ini mengangkat tema utama "Healthcare as a Strategic Economic Engine: Mendorong Pertumbuhan, Lapangan Kerja, dan Inovasi Indonesia".
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia menjelaskan bahwa White Paper yang mulai disusun sejak tahun 2025 ini bertujuan memotret kondisi riil, dampak ekonomi, serta arah masa depan industri kesehatan di Indonesia. Menurut Lucia, industri ini didorong oleh beberapa faktor utama (demand drivers), seperti lonjakan populasi lansia (aging population) yang membutuhkan layanan kesehatan lebih intensif, dan meningkatnya kepedulian publik terhadap kesehatan. Ditandai dengan maraknya penggunaan alat medis mandiri (personal medical devices), dan fokus pemerintah dalam memperluas skrining kesehatan sejak bayi baru lahir hingga lansia demi mendeteksi masalah kesehatan secara dini.
"White Paper Industri Kesehatan itu kita susun untuk memotret bagaimana kondisi industri kesehatan di Indonesia, bagaimana dampaknya terhadap perekonomian di Indonesia, dan bagaimana ke depannya. Rencana ke depannya seperti apa, termasuk juga di dalamnya ada rekomendasi-rekomendasi apa yang harus kita perbaiki supaya investasi-investasi di industri kesehatan itu berjalan dengan baik dan bertumbuh," ujar Lucia di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga
Gandeng Singapore Business Federation, Kadin Dorong Ekspor UMKM Lewat Platform AI
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani menekankan pentingnya membangun ekosistem kesehatan yang utuh guna mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Shinta menyoroti perlunya peningkatan daya saing (competitiveness) Indonesia dibandingkan negara tetangga agar mampu menarik investor global. Peluang besar terbuka lebar di berbagai lini, mulai dari farmasi, alat kesehatan, rumah sakit, hingga bioteknologi. Salah satu tantangan terbesar yang sekaligus menjadi peluang investasi adalah tingginya ketergantungan impor bahan baku farmasi yang saat ini masih berada di angka 70% lebih.
"Jadi ini adalah peluang bagaimana Indonesia juga bisa mengembangkan industri manufaktur juga dan juga menjadi bagian dari global supply chain atau rantai pasok global. Saya rasa kita sangat termotivasi untuk mau terus melanjutkan tidak hanya dalam bentuk sosialisasi, tapi implementasi," tegas Shinta.
Ditinjau dari sisi makroekonomi, Wakil Ketua Umum Bidang Kesehatan Kadin Indonesia David Utama memaparkan angka yang optimistis. Saat ini, belanja kesehatan (healthcare spending) Indonesia baru menyerap sekitar 2,9% dari PDB (GDP) atau setara dengan Rp 700 triliun.
Jika Indonesia berhasil mendongkrak porsi belanja kesehatan dan mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi menuju target 8%, maka terdapat potensi nilai inkremental belanja kesehatan sebesar Rp 1.300 triliun.
Hebatnya, sektor kesehatan memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang sangat tinggi terhadap sektor lain, seperti manufaktur dan pendidikan, dengan koefisien 1,5 hingga 3 kali lipat untuk setiap dana yang digulirkan.
"Jadi kalau kita ngomong hari ini inkrementalnya itu di 1.300 triliun, saya ngambil angka tengah saja deh, 1,7 kali deh multiplier efeknya. 1,7 kali dari 1.300 triliun itu akan menjadi 2.200 triliun. Can you imagine how big the impact is to the industry? Jadi buat kita di Indonesia ini, we have to support healthcare investment. Jadi yang Pak BGS canangkan itu memang sangat luar biasa," ungkap David.
Baca Juga
Manfaatkan AI untuk Dongkrak Ekspor UMKM, Kadin Gandeng Singapore Business Federation
Melalui White Paper ini, Kadin Indonesia berharap dapat memberikan basis data (baseline) yang kuat bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk bersama-sama merealisasikan kemandirian dan kemajuan industri kesehatan Tanah Air.
"Jadi kita berharap bahwa ada kontribusi daripada Kadin yang really memberikan baseline yang baik," tutur David.
