PLN Kejar Listrik Masuk 5.700 Desa, Target 735 Ribu Rumah Tangga Teraliri hingga 2029
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT PLN (Persero) menargetkan sebanyak 735.658 rumah tangga di seluruh Indonesia mendapatkan akses listrik melalui program Listrik Desa (Lisdes) hingga 2029. Program tersebut dijalankan sebagai bagian implementasi roadmap elektrifikasi nasional berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 316 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Listrik Perdesaan dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025–2029. .
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan program tersebut akan menjangkau 10.068 lokasi yang tersebar di sekitar 5.700 desa di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga
Qodari Beberkan Upaya Pemerintah Jaga Keandalan Listrik Jawa-Bali
"Ini adalah bagaimana keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bukan hanya tulisan di atas kertas, tetapi bisa terbangun dalam bentuk wujud yang nyata, yaitu terang desa seantero Indonesia," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Darmawan membeberkan, untuk tahun anggaran 2025, pembangunan jaringan listrik desa ditargetkan menjangkau 1.516 lokasi dengan dukungan anggaran sebesar Rp 3,6 triliun. Hingga 27 Juni 2026, PLN mencatat sebanyak 1.433 lokasi telah berhasil diselesaikan dan sisanya masih dalam proses penyelesaian.
Kemudian pada anggaran 2026 tahap pertama, pembangunan ditargetkan mencakup 1.520 lokasi dengan anggaran Rp 4,15 triliun, sedangkan tahap kedua menyasar 1.272 lokasi dengan dukungan dana Rp 3,36 triliun.
“Ini asalnya (pendanaan) adalah dari penerbitan anggaran belanja tambahan yang menjadi bagian mata anggaran di Kementerian ESDM, yang kemudian ada penugasan kepada PLN untuk menjalankan agar program Listrik Desa ini berjalan dengan efektif di lapangan,” ungkap Darmawan.
Program Lisdes telah menjangkau berbagai wilayah terpencil di Indonesia, seperti Desa Long Betaoh di Kalimantan Utara, Desa Tapile di Sulawesi Utara, Desa Kali Merah di Papua Barat, Desa Timpuseng di Sulawesi Selatan, Desa Aek Baru Julu di Sumatera Utara, Desa Ratte di Sulawesi Barat, Desa Amgotro di Papua, Desa Hulu Dedai di Kalimantan Barat, Desa Epil Barat di Sumatera Selatan, hingga Desa Moning di Maluku.
Baca Juga
PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Jawa Mulai Membaik, Pemadaman Bergilir Diminimalisasi
Menurut Darmawan, program ini merupakan wujud nyata pelaksanaan sila kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sekaligus memperkuat persatuan nasional melalui pemerataan akses energi.
“Untuk itu, kami mohon dukungan doa dari Komisi XII, karena program Lisdes ABT ini sebenarnya adalah dulu usulan dari Komisi XII yang disambut secara positif oleh pemerintah. Harapannya pada 2029 nanti, lokasi-lokasi yang sebelumnya masih gelap dapat menjadi terang benderang. Setelah hampir 80 tahun merdeka, tidak ada lagi saudara-saudara kita yang tertinggal karena tidak memiliki akses listrik,” ucapnya.
