185 Ribu Rumah Tangga Belum Teraliri Listrik PLN
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Havidh Nazif menyebut, masih ada 185.662 rumah tangga yang belum teraliri listrik hingga akhir 2023. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah.
"Hingga akhir tahun 2023, masih terdapat 185.662 rumah tangga -- yang tersebar di 140 desa -- yang belum teraliri listrik. Desa-desa tersebut terkonsentrasi di Pulau Papua, kecuali bagian Papua Barat,” kata Havidh dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).
Baca Juga
PLN Resmikan Stasiun Pengisian Hidrogen Pertama di Indonesia
Pemerintah berupaya mencapai target 100% rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik. Pemerintah telah menghitung resources yang dibutuhkan dari sisi jaringan, pembangkit, dan biaya untuk investasi guna melistriki desa-desa tersebut.
"Upaya pemenuhan rasio elektrifikasi membutuhkan biaya Rp 22,08 triliun hingga tahun 2025. Ini dengan alokasi pembiayaan sebesar 75,66% untuk perluasan jaringan, karena aksesibilitas dan jarak antara sumber energi dengan beban cukup jauh,” ujar Havidh.
Tidak hanya itu, lantaran terdapat pula lokasi yang sangat sulit untuk dijangkau, maka dianggarkan Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) dan Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) pada beberapa titik Ini khususnya di wilayah Papua.
Konsumsi Listrik 1.337 kWh/Kapita
Lebih lanjut Havidh menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas dan kuantitas elektrifikasi di Indonesia terus mengalami kemajuan. Pada tahun 2023, realisasi konsumsi listrik per kapita sebesar 1.337 kWh/kapita, mampu memenuhi target yang direncanakan.
"Selaras dengan target Net Zero Emission pada tahun 2060, diproyeksikan pertumbuhan demand (moderat) sebesar 4.500 kWh/kapita. Ini terdiri dari 88% EBT, sementara 12%-nya energi fosil dan CCS,” tutur dia.
Baca Juga
Tren penjualan dan jumlah pelanggan tenaga listrik di Indonesia, lanjut dia, sejatinya terus mengalami pergerakan yang positif. Data penjualan listrik menunjukkan peningkatan penjualan menjadi 285,23 TWh pada tahun 2023, dari sebesar 270,82 TWh pada tahun 2022 atau meningkat 5,32%.

