550 Hektare Lahan Disiapkan untuk Program 3 Juta Rumah, Perumnas Tunggu Keputusan Satgas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perum Perumnas Imelda Alini Pohan mengungkapkan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menyiapkan sekitar 550 hektare (ha) lahan yang akan mendukung Program 3 Juta Rumah.
Dikatakan Imelda, lahan tersebut saat ini masih dalam pembahasan bersama satuan tugas (Satgas) Perumahan yang dikomandoi Hashim Djojohadikusumo untuk menentukan pemanfaatannya, termasuk apakah akan diserahkan kepada Perumnas atau Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
"Terkait lahan juga, mungkin kita juga sedang eksplorasi ke depannya, apakah Perumnas nanti menerima (lahannya). Kebetulan dengan Bapak Menteri ATR, kami sudah pernah bertemu dengan Satgas Perumahan juga, di situ kami sudah ada 550 hektare yang akan diberikan ke Perumnas maupun ke PKP, itu nanti juga akan kami eksplorasi," kata Imelda saat rapat dengan Komisi V DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, 550 ha lahan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan titik-titik lokasinya telah dipetakan oleh Kementerian ATR/BPN.
"Itu 550 hektare ada di seluruh Indonesia. Sudah dipetakan di mana saja (titiknya), dan itu kemarin Pak Nusron menyerahkannya ke Satgas Perumahan. Nanti Satgas Perumahan yang menentukan apakah itu diberikan ke Perumnas atau diberikan ke Kementerian PKP. Jadi ini kontribusi ATR/BPN untuk Program 3 Juta Rumah," terang Imelda.
Di kesempatan lain, Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan inventarisasi terhadap lahan-lahan yang tidak dimanfaatkan (idle) atau hak atas tanahnya tidak diperpanjang untuk dipertimbangkan sebagai lokasi pembangunan perumahan.
"Kita juga dengan Kementerian Perumahan juga lagi diskusikan. Jadi kita ada list tanah yang tidak dimanfaatkan, yang tidak diperpanjang (hak pakainya), itu nanti kita inventarisasi terus cek ke lapangan oleh tim dari Kementerian Perumahan, apakah list tanahnya cocok atau tidak (dibangun perumahan). Terus kan tata ruangnya mesti diubah banyak," kata Suyus usai rapat dengan Komisi II DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga
Perumnas Siap-Siap 'Groundbreaking' Rusun Subsidi Alonia Kemayoran Agustus 2026
Ia juga menyampaikan, sebagian besar lahan yang masuk dalam inventarisasi berupa kebun-kebun terlantar maupun tanah yang hak pengelolaannya tidak diperpanjang.
"Kebanyakan kan itu rata-rata, ada dua sih, ada yang kebanyakan kebun yang ditelantarkan, atau tanah-tanah yang tidak diperpanjang (hak pakainya). Itu kita cek, baik infrastrukturnya, ada (permukiman) masyarakat atau tidak. Itu harus dicek juga," ungkap Suyus.
Sebelumnya, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyatakan, ada 14.490 ha lahan yang telah ditetapkan dan siap dieksekusi untuk pembangunan perumahan dari total potensi 73.432,43 ha tanah yang dapat dimanfaatkan.
Menurut Nusron, lahan tersebut tersebar di sejumlah daerah, termasuk Aceh dan Banten, serta akan diserahkan kepada Badan Bank Tanah untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan dalam pembangunan perumahan.
Selain program 3 Juta Rumah, Kementerian ATR/BPN juga telah membukukan sebanyak 864.662 ha tanah siap digunakan untuk mendukung program ketahanan pangan, ketahanan energi, dan beberapa program prioritas Presiden Prabowo Subianto lainnya.
Baca Juga
Perum Perumnas: Paradoks di Tengah Program Nasional Tiga Juta Rumah
