Tinjau Infrastruktur Energi di Jatim, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi Andal pada Libur Sekolah
Poin Penting
|
SURABAYA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) memastikan keandalan pasokan energi di Jawa Timur (Jatim) melalui peninjauan sejumlah infrastruktur strategis, termasuk Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda dan Integrated Terminal Surabaya, menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim libur sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi bahan bakar tetap aman, andal, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta transportasi.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan kunjungan ke dua fasilitas operasi PT Pertamina Patra Niaga tersebut pada Senin (29/6/2026). Peninjauan difokuskan pada kesiapan infrastruktur distribusi energi, kualitas layanan, serta implementasi standar keselamatan operasional.
Menurut Iriawan, keandalan pasokan energi menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi, transportasi, pertahanan, hingga pelayanan publik. Pengawasan terhadap fasilitas energi strategis perlu dilakukan secara konsisten agar operasional tetap berjalan sesuai standar tata kelola perusahaan.
Baca Juga
Pertamina Dorong Ekonomi Lokal Lewat Inovasi Panas Bumi di Kamojang
"Saya ingin memastikan kesiapan seluruh lini operasional yang menjadi urat nadi perekonomian, dan pemerintahan di wilayah Indonesia Timur, siap menjalankan fungsinya dengan optimal," ujar Iriawan.
Di Aviation Fuel Terminal Juanda, Iriawan meninjau kesiapan pasokan avtur, kondisi fasilitas penyimpanan, hingga kualitas pelayanan pengisian bahan bakar pesawat bagi maskapai. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan avtur selama periode liburan dapat terpenuhi tanpa hambatan.
Ia mendorong percepatan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam menyambut implementasi sustainable aviation fuel (SAF), yakni bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang diproduksi dari sumber energi rendah emisi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian energi sekaligus target net zero emission Indonesia.
"Tugas menjaga pasokan avtur menuntut toleransi nol terhadap kekurangan stok maupun jeda pelayanan. Juanda harus menjadi salah satu garda terdepan dalam mendukung transformasi energi nasional," tegasnya.
AFT Juanda Jadi Pusat Distribusi Avtur Jawa Timur
Manajer Aviation Fuel Terminal Juanda PT Pertamina Patra Niaga Dimas Bagus Satriyo Wibowo menjelaskan AFT Juanda merupakan salah satu fasilitas strategis penunjang sektor penerbangan di Jawa Timur. Terminal tersebut memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 20.000 kiloliter yang didukung delapan tangki timbun, tujuh hydrant dispenser, sembilan mobil pengisian avtur (refuller), serta dioperasikan oleh 49 personel.
Selain melayani Bandara Internasional Juanda, AFT Juanda juga menjadi titik pasok bagi lima terminal avtur lainnya di Jawa Timur, yakni AFT Iswahjudi di Madiun, Abdulrachman Saleh di Malang, Dhoho di Kediri, Notohadinegoro di Jember, dan Blimbingsari di Banyuwangi.
Pada kesempatan yang sama, Iriawan turut mengunjungi Integrated Terminal Surabaya yang merupakan salah satu terminal energi terintegrasi terbesar di Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau kesiapan infrastruktur dan jaringan distribusi biosolar B50 yang dijadwalkan mulai diterapkan pada awal Juli 2026.
Baca Juga
Pertamina Internasional EP Kirimkan Crude Oil Kedua dari Aljazair ke Indonesia
Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi aset-aset strategis, seperti tangki timbun, jetty atau dermaga khusus bongkar muat energi, serta jaringan pipa agar tetap dalam kondisi optimal. Menurutnya, keandalan aset tersebut menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran distribusi energi di berbagai situasi.
Pada akhir kunjungan, Iriawan kembali mengingatkan seluruh insan Pertamina agar menjalankan target operasional dan transformasi bisnis dengan mengutamakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), yaitu standar keselamatan, keamanan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan.
Ia menegaskan pentingnya penerapan budaya Corporate Life Saving Rules (CLSR) sebagai pedoman perilaku kerja sehari-hari untuk melindungi pekerja, masyarakat, dan aset negara. "Budaya CLSR harus melekat dalam perilaku sehari-hari, untuk melindungi aset negara dan memastikan pekerja pulang dengan selamat," pungkasnya.
