Lippo Group Hibahkan Lahan 31,3 Ha ke Pemerintah, Mochtar Riady: Semoga Bisa Diikuti Semua Konglomerat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady berharap langkah perusahaan menghibahkan lahan seluas 31,3 hektare (ha) kepada pemerintah untuk pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi dapat diikuti oleh para pengusaha besar lainnya di Indonesia.
Hal itu disampaikannya usai penandatanganan komitmen hibah lahan milik PT Lippo Cikarang Tbk kepada pemerintah di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (29/6/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan P Roeslani, serta perwakilan Lippo Group.
Mochtar mengungkapkan, gagasan hibah lahan bermula setelah putranya, James Riady, menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi backlog perumahan 9,64 juta kepala keluarga dan ingin memberikan kontribusi untuk mendukung pembangunan hunian.
"James mempunyai suatu keinginan, bisa memberikan sumbangsih sesuatu kepada negara untuk memperbanyak pembangunan perumahan. Saya sangat setuju dan terjadilah hari ini untuk serah terima tanah kepada pemerintah," kata Mochtar Riady.
Baca Juga
Lippo Group Hibahkan 31,3 Ha Lahan Meikarta, Purbaya: Target 3 Juta Rumah Bisa Tercapai 2028
Ia menambahkan, pembangunan perumahan memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian karena berkaitan dengan ratusan sektor industri.
"Pembanguan perumahan ini adalah menyangkut 174 macam industri. Pembangunan perumahan bukan single industri tapi adalah menyangkut atau membangkitkan 174 macam industri yang lain-lainnya ini. Maka pembangunan perumahan ini seyogianya harus menjadi suatu motor penggerak ekonomi bangsa Indonesia," tegas Mochtar Riady.
Ia juga menyoroti dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor perumahan melalui Program 3 Juta Rumah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, menurut Mochtar Riady, pemerintah membutuhkan ketersediaan lahan untuk mendukung program tersebut.
Ia berharap langkah Lippo Group dapat menjadi contoh bagi kelompok usaha lainnya. "Semoga suatu pemikiran yang demikian ini tidak hanya terjadi pada Lippo Group. Tapi bisa diikuti, ditularkan ke semua konglomerat," tutur Mochtar Riady.
"Di Indonesia saya kira tidak kurang daripada 100 pengusaha besar. Kalau setiap pengusaha besar bisa ikut sumbang kepada pemerintah, maka itu berupa suatu manfaat yang luar biasa bagi bangsa kita. Ini adalah harapan saya," sambungnya.
Sebelumnya, pemerintah dan Lippo Group telah melaksanakan groundbreaking rusun subsidi di atas lahan seluas 31,3 ha untuk mendukung program tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan rusun atau apartemen bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut nilai hibah lahan itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 6,2 triliun dengan asumsi harga tanah sekitar Rp 20 juta per meter persegi.
Baca Juga
Rusun Subsidi Meikarta Ditargetkan Akad September 2026, Diminati ASN Bekasi
Sementara itu, CEO Danantara Rosan P Roeslani mengatakan, proyek tersebut akan dibangun secara bertahap dalam tiga fase dan ditargetkan selesai pada 17 Agustus 2028.
"Yang penting hari ini adalah Danantara mendukung program pemerintah dan memulai langkah awal pada hari ini dan yang akan mengerjakan proyek ini," ujar Rosan pada acara groundbreaking rusun subsidi bagi MBR di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Pada tahap pertama, kata Rosan, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun. Secara keseluruhan, kawasan itu direncanakan terdiri atas 54 tower apartemen dengan total sekitar 141.000 unit hunian yang menjadi bagian dari program tiga juta rumah.
