Lippo Group Hibahkan 31,3 Ha Lahan Meikarta, Purbaya: Target 3 Juta Rumah Bisa Tercapai 2028
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah menerima komitmen hibah lahan seluas 31,3 hektare (ha) milik PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) untuk mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto. Penandatanganan komitmen hibah dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, CEO Danantara Rosan P Roeslani, serta perwakilan Lippo Group di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (29/6/2026).
"Kami ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen seluruh pihak dalam mendukung salah satu agenda prioritas Asta Cita Presiden, yaitu program pembangunan dan renovasi 3 juta rumah," kata Purbaya.
Menurut Purbaya, hibah lahan tersebut diharapkan dapat mempercepat pencapaian target tiga juta rumah yang telah ditetapkan pemerintah. "Saya senang ada program seperti ini karena 141.000 unit bisa dibangun. Karena sebelumnya targetnya jauh terus. Mudah-mudahan dengan (proyek rusun subsidi Meikarta) ini, 3 juta rumah nanti 2028 bisa tercapai," ujarnya.
Baca Juga
Rusun Subsidi Meikarta Ditargetkan Akad September 2026, Diminati ASN Bekasi
Purbaya menambahkan, program tersebut hadir untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
"Komitmen ini merupakan wujud nyata sinergi dan semangat gotong royong antara dunia usaha dan pemerintah dalam membangun negeri," imbuhnya.
Dikatakan Purbaya, aset seluas 31,3 ha tersebut akan diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai penyertaan modal negara (PMN) untuk dikelola melalui proses bisnis yang sehat tanpa membebani APBN.
"Aset ini direncanakan diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai penyertaan modal negara (PMN) untuk dikelola melalui proses bisnis yang sehat tanpa membebani APBN," katanya.
31,3 Ha Lahan Meikarta Bebas Pajak
Terkait perpajakan atas hibah lahan tersebut, Purbaya menyebutkan, pemerintah akan mengupayakan agar tanah yang diserahkan kepada negara tidak dikenakan pajak.
"Tadi saya ditanya, 'Bisa enggak ngasih insentif kepada Lippo?' Saya bingung insentif apa? 'Pajak tanah yang diserahkan jangan dipajakin.' Oh, itu mah gampang. Masa orang mau ngasih kita pajakin?" katanya.
Ia juga menuturkan, pihaknya akan mempercepat penyelesaian proses administrasi agar pembangunan rusun subsidi Meikarta dapat segera dituntaskan. "Setiap ada proyek yang menguntungkan masyarakat dan negara, pasti akan kami percepat," terang Purbaya.
Purbaya juga mengatakan, Kemenkeu akan berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menuntaskan seluruh proses dalam waktu tidak kurang dari dua bulan.
"Jadi, nanti saya pastikan saya kerja sama dengan Pak Nusron untuk memastikan ini dalam 1-2 bulan clear semua, bisa mulai dibangun setelah itu," lugasnya.
Ia pun menegaskan seluruh proses hibah akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, transparansi, dan kehati-hatian (prudence).
"Kementerian Keuangan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP BUMN, dan Badan Pengelola Investasi Danantara dengan pengawasan dari BPKP dan Kejaksaan Agung akan bekerja secara cermat dan profesional untuk menuntaskan setiap tahapan proses ini," jelas Purbaya.
Sebelumnya, pemerintah dan Lippo Group telah melaksanakan groundbreaking rusun subsidi di atas lahan seluas 31,3 ha untuk mendukung program tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan rusun atau apartemen bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut nilai hibah lahan itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 6,2 triliun dengan asumsi harga tanah sekitar Rp 20 juta per meter persegi.
Baca Juga
Sementara itu, CEO Danantara Rosan P Roeslani mengatakan, proyek tersebut akan dibangun secara bertahap dalam tiga fase dan ditargetkan selesai pada 17 Agustus 2028.
"Yang penting hari ini adalah Danantara mendukung program pemerintah dan memulai langkah awal pada hari ini dan yang akan mengerjakan proyek ini," ujar Rosan pada acara groundbreaking rusun subsidi bagi MBR di Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Pada tahap pertama, kata Rosan, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun. Secara keseluruhan, kawasan itu direncanakan terdiri atas 54 tower apartemen dengan total sekitar 141.000 unit hunian yang menjadi bagian dari program tiga juta rumah.
