Pertamina Rayakan Seabad Panas Bumi Kamojang dengan Rekor Produksi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE terus memperkuat pengembangan panas bumi di Lapangan Kamojang, Jawa Barat, seiring genapnya usia 100 tahun pengembangan energi panas bumi Indonesia.
Selama 2025, PLTP Kamojang memproduksi listrik sebesar 1.806,41 gigawatt hour, naik 1,23% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah fasilitas itu.
Kawasan yang pertama kali teridentifikasi memiliki potensi panas bumi pada 1926 tersebut kini menjadi salah satu tulang punggung penyedia listrik bersih nasional sekaligus mendukung target transisi energi Indonesia. Kawasan tersebut kini berkembang menjadi salah satu wilayah kerja panas bumi paling produktif di Indonesia melalui pengelolaan PGE.
Baca Juga
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan perjalanan panjang Kamojang menunjukkan bahwa energi bersih mampu menjadi fondasi ketahanan energi nasional sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Panas bumi menjadi salah satu bukti nyata perjalanan panjang energi bersih Indonesia. Potensinya yang ditemukan di Kamojang pada 1926 kemudian dilanjutkan pengembangannya oleh Pertamina melalui operasional PLTP Kamojang sejak 1983," ujar Baron saat mengunjungi PGE Area Kamojang pada Jumat (26/6/2026).
Menurut Baron, ketika energi fosil masih menjadi sumber energi utama, Pertamina telah membangun fondasi pengembangan energi terbarukan yang kini terbukti mampu memasok listrik secara andal.
"Berperan sebagai baseload energi bersih, panas bumi menjadi sumber energi strategis untuk meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Hal ini merupakan salah satu bagian dari strategi pertumbuhan ganda Pertamina," ungkap Baron.
Rekor Produksi Listrik
Sebagai salah satu tonggak sejarah pengembangan panas bumi nasional, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), pembangkit yang memanfaatkan uap panas dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik, di Kamojang terus mencatatkan peningkatan kinerja.
Selama 2025, PLTP Kamojang memproduksi listrik sebesar 1.806,41 gigawatt hour, naik 1,23% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah fasilitas itu sekaligus merupakan produksi terbesar di antara seluruh wilayah kerja (WK) panas bumi yang dikelola PGE.
Melalui lima unit pembangkit yang beroperasi, Area Kamojang memiliki kapasitas terpasang sebesar 235 megawatt. Kapasitas tersebut mampu memasok kebutuhan listrik bagi lebih dari 260.000 keluarga setiap hari dengan pasokan yang stabil.
Keandalan operasional PLTP Kamojang juga memperkuat agenda transisi energi nasional. Fasilitas tersebut mampu mengurangi emisi karbon hingga 1,22 juta ton karbon dioksida setiap tahun sehingga mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.
Selain menghasilkan energi bersih, pengembangan panas bumi di Kamojang juga memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Baca Juga
Pelaksana Tugas General Manager PGE Area Kamojang Manda Wijaya Kusuma mengatakan pengembangan panas bumi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Capaian ini menjadi semangat bagi PGE untuk terus mengelola aset panas bumi secara optimal. Keandalan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan aspek operasi, keselamatan, keandalan aset, serta integritas dalam menjalankan seluruh proses bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa panas bumi dapat terus menjadi sumber energi bersih yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan Indonesia," tutup Manda.
