587 BUMN Siap-Siap Ditutup, Prabowo Ungkap Kriteria Perusahaan yang Bakal Dipertahankan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Presiden Prabowo mengungkap sejumlah kriteria badan usaha milik negara (BUMN) yang bakal dipertahankan, menyusul rencana pemerintah menutup lagi sekitar 587 BUMN beserta anak dan cucu perusahaan, hingga beberapa tahun mendatang.
Menurut Presiden Prabowo, pemerintah hanya akan mempertahankan BUMN yang sehat, efisien, transparan, menghasilkan keuntungan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sedangkan BUMN yang hanya membebani keuangan negara tanpa memberikan nilai tambah akan dirampingkan alias ditutup.
Kebijakan tersebut, kata Prabowo, merupakan bagian dari reformasi besar-besaran BUMN yang tengah dijalankan pemerintah untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih produktif, profesional, dan berdaya saing.
"Dari sekitar 1.000 BUMN sudah kita tutup lebih dari 200. Nantinya tinggal sekitar 250 BUMN," ujar Prabowo saat memberikan arahan pada Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga
Prabowo Bersihkan BUMN, 200 Perusahaan Telah Ditutup, Ditargetkan Tinggal 250
Berdasarkan catatan investortrust.id, induk atau persero (BUMN) kini berjumlah 41 perusahaan setelah pemerintah mengonsolidasikan 142 perusahaan ke dalam 12 klaster strategis. Dalam target pemerintah, jumlah BUMN akan terus diciutkan hingga tersisa sekitar 30 perusahaan.
Semula, jumlah total entitas BUMN (termasuk anak, cucu, dan cicit usaha) mencapai 1.077 perusahaan. Pemerintah telah memangkas dan mengonsolidasikan 240 hingga 258 perusahaan merugi per akhir Juni 2026. Alhasil, masih ada 569-587 BUMN beserta anak dan cucu perusahaannya yang bakal ditutup.
Baca Juga
Prabowo Ingatkan Risiko AI, Minta Kampus Perkuat Riset dan Siapkan SDM
Presiden mengungkapkan, perampingan dilakukan untuk menghilangkan pemborosan akibat struktur organisasi yang gemuk dan biaya operasional yang tidak sebanding dengan kinerja perusahaan.
Kepala Negara menyoroti besarnya biaya yang selama ini harus dikeluarkan untuk membiayai direksi, komisaris, hingga berbagai biaya administrasi perusahaan yang tidak menghasilkan keuntungan.
"Bayangkan kalau lebih dari 750 BUMN ditutup. Berapa direksi, berapa komisaris, dan berapa besar biaya overhead yang selama ini harus ditanggung. Perusahaannya tidak untung, tetapi hanya membayar overhead. Ini uang rakyat semua," tandas dia.
Karena itu, Prabowo memastikan pemerintah hanya akan mempertahankan BUMN yang memiliki tata kelola baik, mampu mencetak laba, dikelola secara profesional, serta benar-benar menjalankan fungsi strategis bagi kepentingan masyarakat.
Baca Juga
Prabowo Ingin Ekonomi Bergerak, Pemerintah Bersiap Tambah Dana Rp 200 Triliun ke Bank BUMN
"Yang kita inginkan sekarang adalah BUMN yang rasional, efisien, transparan, dan benar-benar bekerja untuk rakyat," tutur dia.
Presiden menargetkan proses restrukturisasi tersebut rampung tahun ini. Dengan demikian, dalam dua tahun pemerintahannya, ekosistem BUMN diharapkan telah jauh lebih ramping, sehat, dan memiliki tata kelola yang lebih baik.
Prabowo juga mendukung usulan agar setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba perusahaan untuk membiayai riset dan inovasi. Langkah tersebut sngat penting untuk meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus mempercepat penguasaan teknologi.
Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut hanya dapat berjalan apabila kondisi keuangan perusahaan negara benar-benar sehat. "Usul agar BUMN mengalokasikan sebagian laba untuk riset sangat bagus. Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya atau tidak? Sekarang mulai ada. Satu tahun ini sudah mulai ada laba," papar dia.
