Ketegangan Geopolitik Meningkat, CKB Logistics Serukan Supply Chain yang Lebih Tangguh
JAKARTA, investortrust.id – PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), berkomitmen menjadi mitra logistik terintegrasi yang siap menghadapi berbagai tantangan industri dan disrupsi rantai pasok global.
Demikian penjelasan Direktur CKB Logistics Iman Sjafei dalam kegiatan CKB Supply Chain Forum (CSCF) 2026 yang berlangsung di The Energy Tower SCBD, Jakarta, Kamis (25/6/2026). CSCF 2026 bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan di sektor logistik dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.
Baca Juga
IHSG Ditutup Anjlok 1,72% Terseret Saham Material Dasar dan Konglomerasi
Iman Sjafei mengatakan bahwa ketegangan geopolitik global telah menciptakan volatilitas pada jalur perdagangan yang berdampak langsung terhadap kelancaran rantai pasok. “Ketegangan geopolitik dunia telah menciptakan hambatan nyata. Melalui CKB Supply Chain Forum 2026, kami mengajak seluruh pihak berkolaborasi merumuskan solusi logistik yang tangguh, responsif, dan terintegrasi,” ujar Iman.
Sementara itu, Direktur Logistik dan Distribusi CKB Logistics Ety Puspitasari menilai manajemen rantai pasok pada industri strategis perlu bertransformasi dari pendekatan yang berfokus pada efisiensi biaya menjadi ketangguhan operasional atau resilience-driven.
Menurut Ety, ketangguhan rantai pasok tidak hanya dicapai dengan menghindari gangguan, tetapi melalui desain jaringan operasional yang fleksibel dan kolaborasi erat di seluruh ekosistem logistik. “Tujuannya agar pemulihan bisnis dapat berjalan jauh lebih cepat atau recover faster saat krisis terjadi,” kata Ety.
Baca Juga
ABM Investama (ABMM) Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan, Perluas Portofolio Tambang dan Logistik
Ia menjelaskan bahwa perusahaan perlu menerapkan manajemen risiko rantai pasok secara menyeluruh melalui kerangka kerja terintegrasi yang mencakup risk governance, visibility, flexibility, collaboration, dan continuous improvement.
Sementara itu, Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan, manajemen risiko harus menjadi bagian dari operasi harian, mulai dari pengadaan, persediaan, pergudangan, transportasi, kepabeanan, hingga distribusi dan pelayanan pelanggan.
“Supply chain yang tangguh bukan supply chain yang tidak pernah mengalami gangguan, tetapi yang mampu mendeteksi risiko lebih awal, merespons lebih cepat, dan memulihkan operasi dengan dampak serendah mungkin,” ujarnya.
