Dorong Produksi Jagung Nasional, Zulhas: Panen Raya Gorontalo Hasilkan 210 Ton
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyebutkan panen raya di Provinsi Gorontalo dapat menghasilkan sebanyak 210 ton jagung. Menurutnya, capaian itu merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat swasembada pangan nasional.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan, panen raya dilaksanakan di lahan seluas 30 hektare dengan rata-rata produktivitas mencapai 5–7 ton per hektare. Dengan capaian tersebut, total hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 210 ton jagung.
Baca Juga
Prabowo Klaim Produksi Beras dan Jagung Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah RI
Kegiatan panen berlangsung di lahan Kelompok Tani Sipatana Hijau dan merupakan wilayah binaan Satrun Datau di Desa Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Keberhasilan panen raya tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya produktivitas budidaya jagung di Kabupaten Gorontalo.
Zulhas mengatakan peningkatan produksi jagung merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung target swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Harga jagung sesuai dengan acuan Rp.5.500, tetapi di sini Rp 6.000 bagus sekali, dan produksi jagungnya besar-besar. Di sini saya lihat 1 hektare bisa di atas 6 ton dan saya cek benar di atas 6 ton. Kemarin saya sempat lihat di Lampung per hektare bisa 5 ton jadi lebih sedikit. Yang kedua pupuk lancar dan harganya juga diskon sampai 20%.” ujar Zulhas dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Menurut Zulhas, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani agar kontribusi sentra-sentra produksi jagung terhadap kebutuhan nasional semakin besar.
Baca Juga
Dunia Krisis Pangan dan Energi, Prabowo Puji Inovasi Tongkol Jagung Jadi Briket
Ke depan, pemerintah optimistis produksi jagung di wilayah tersebut akan terus meningkat. Pada Juli 2026, luas panen jagung di wilayah binaan tersebut ditargetkan meningkat secara signifikan menjadi lebih dari 1.000 hektare sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap peningkatan produksi jagung nasional.
"Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara petani, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta memperkuat hilirisasi komoditas jagung guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan," imbuhnya.

