Jakpro Undang Investor Garap Proyek LRT Jakarta Fase 1C dan 2A, Kebutuhan Investasi Rp 10,7 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek LRT Jakarta Fase 1C dan Fase 2A dengan total kebutuhan investasi mencapai Rp 10,7 triliun.
Mengutip laman Jakarta Investment Centre (JIC), Rabu (24/6/2026), proyek LRT Jakarta Fase 1C merupakan perpanjangan jalur LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Jalur sepanjang 2,4 kilometer (km) tersebut akan menghubungkan Manggarai dengan Dukuh Atas dan mencakup satu stasiun utama di Dukuh Atas.
Stasiun Dukuh Atas disebut sebagai titik transit paling terintegrasi di Jakarta karena terhubung dengan MRT Jakarta, KA Bandara, Commuter Line, LRT Jabodebek, dan Transjakarta. Kawasan tersebut juga akan terkoneksi dengan Transport Hub yang dikelola PT MRT Jakarta.
Baca Juga
Proyek LRT Jakarta Velodrome–Manggarai Tembus 93,07%, Jalur Layang Hampir 100%
JIC mencatat kebutuhan investasi proyek LRT Jakarta Fase 1C mencapai Rp2,9 triliun. Proyek ini diproyeksikan menawarkan tingkat pengembalian investasi (investment rate of return/IRR) sebesar 12,3% dengan periode pengembalian modal selama 17 tahun.
Potensi jumlah penumpang pada tahun ketujuh operasional diperkirakan mencapai 20.554 orang per hari. Selain itu, sebanyak 40,2% responden survei menyatakan bersedia beralih menggunakan LRT untuk mengurangi waktu perjalanan dengan kisaran tarif yang dapat diterima sebesar Rp10.000-Rp15.000 per perjalanan.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan Detail Engineering Design (DED) LRT Jakarta Fase 1C saat ini masih dalam tahap kajian dan ditargetkan selesai pada 2027.
"Lagi perencanaan, lagi kajian. (DED bisa rampung 2027?) Mudah-mudahan," ujar Iwan kepada investortrust.id usai peresmian Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (22/6/2026).
Baca Juga
Uji Coba LRT Jakarta Fase 1B Dimulai, Progres Fisik Tembus 92,76%
Selain Fase 1C, Jakpro juga menawarkan peluang investasi pada proyek LRT Jakarta Fase 2A yang merupakan perpanjangan jalur Kelapa Gading-Jakarta International Stadium (JIS) sepanjang 8,2 km.
Proyek tersebut akan memiliki enam stasiun utama, yakni Kelapa Nias, Boulevard Gading, Sunter Timur, Gelanggang Remaja, Sunter Barat, dan Danau Sunter Barat yang terhubung dengan Jakarta International Stadium.
Nilai investasi yang dibutuhkan untuk proyek LRT Jakarta Fase 2A diperkirakan mencapai Rp7,8 triliun. Proyek ini juga diproyeksikan memberikan tingkat pengembalian investasi sebesar 12,3% dengan periode pengembalian modal selama 14 tahun.
Baca Juga
MSCI Pertahankan Status Emerging Market, Tapi Ancaman Turun Kelas Belum Hilang
Pada tahun ketujuh operasional, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 66.000 orang per hari. Sebanyak 40,2% responden survei juga menyatakan bersedia beralih menggunakan LRT dengan tarif yang dapat diterima pada kisaran Rp10.000-Rp15.000 per perjalanan.
Menurut JIC, sekitar 70% target pengguna kedua proyek berada pada rentang usia 20-39 tahun. Adapun tujuan perjalanan didominasi untuk rekreasi sebesar 41% dan bekerja sebesar 35%.
Saat ini, LRT Jakarta Fase 1 rute Kelapa Gading-Velodrome telah beroperasi secara komersial sejak 2019. Sementara itu, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
