Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir agar Jadi Wajah Perkeretaapian RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah akan merevitalisasi Stasiun Gambir, Jakarta Pusat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Stasiun tersebut disiapkan menjadi wajah perkeretaapian nasional dengan konektivitas yang lebih terintegrasi antarmoda transportasi.
"Oh iya, beliau (Presiden Prabowo) mengharapkan kita bisa melakukan perbaikan dan modifikasi terhadap Stasiun Gambir," kata Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut Dudy, Stasiun Gambir nantinya tidak hanya melayani kereta api jarak jauh, tetapi akan terhubung dengan layanan commuterline atau kereta rel listrik (KRL) dan moda transportasi lain sehingga memudahkan mobilitas penumpang.
Baca Juga
"Kalau hub (perkeretaapian) almost ya. Karena di situ kan nanti bisa connect dengan beberapa stasiun (commuterline), moda transportasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, penumpang nantinya dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai moda transportasi berbasis rel, mulai LRT Jabodebek hingga KA bandara.
"Kalau kereta khususnya kan bisa nyambung sampai ke bandara. Kereta menjadi lebih mudah terjangkau, maksudnya yang naik kereta ke LRT bisa nyambung malah sampai Whoosh dari Cawang, kemudian bisa sampai ke bandara juga," terang Menhub.
Meski akan menjadi simpul konektivitas yang cukup vital, Dudy menegaskan Stasiun Gambir tidak akan menggantikan peran Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral seperti rencana PT KAI yang akan menyelesaikan penataannya hingga 2028 mendatang. "Enggak juga. Ini stasiun nasional, kaya muka atau wajahnya perkeretaapian," lugasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono, mengungkap bahwa perencanaan revitalisasi Stasiun Gambir saat ini masih dalam tahap finalisasi. "Sekarang lagi difinalkan perencanaannya," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk segera merenovasi Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Hal itu diungkapkan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin seusai menghadap Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Bobby mengatakan, proses renovasi ditargetkan rampung dalam dua tahun. Nantinya, Stasiun Gambir akan terintegrasi dengan kereta rel listrik (KRL). "Gambir akan dilakukan renovasi.Nah, kita nanti dalam 2 tahun punya Gambir yang oke. Nanti kita integrasikan dengan KRL," kata Bobby.
Dikatakan Bobby, Stasiun Gambir nantinya akan menjadi stasiun nasional, sementara Stasiun Manggarai menjadihub alias stasiun sentral.
Dirut KAI menyampaikan, Kepala Negara memerintahkan agar proses renovasi itu segera berjalan. "Segera. Perintah Pak Presiden segera," jelasnya.
Baca Juga
Adapun PT KAI tengah menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai kawasantransit oriented development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.
Dari sisi konektivitas, Stasiun Gambir akan diperkuat sebagaihub transportasi terpadu yang menghubungkan kereta api jarak jauh, KRL Jabodetabek, MRT Jakarta, serta layanan bus Transjakarta. Penataan kawasan juga mencakup integrasi stasiun dengan ruang publik dan taman kota di kawasan Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional (Monas).
