Bidik Mandatori E5 dan E10 di 2028, Pertamina NRE Minta Jaminan Pasokan Bahan Baku Bioetanol
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menilai keberhasilan program campuran bioetanol atau E5 dan E10 yan direncanakan menjadi mandatori pada 2028 mendatang sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku domestik yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, VP Business Development New & Renewable Energy Pertamina NRE Andre Harahap mengatakan, perusahaan meminta dukungan pemerintah untuk menjamin pasokan feedstock, terutama molase (tetes tebu) guna menopang pengembangan industri bioetanol nasional.
"Sebagai perusahaan energi, kami memiliki strategi dual growth, yaitu memaksimalkan bisnis existing berbasis minyak dan gas sekaligus mendorong pengembangan energi bersih melalui transisi energi," ujar Andre dalam sebuah diskusi yang digelar Kadin Indonesia di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Andre menjelaskan, Pertamina New & Renewable Energy merupakan perusahaan yang mengambil peran dalam pengembangan industri bioetanol yang dinilai memiliki prospek besar seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah emisi.
Baca Juga
Namun, ia menekankan bahwa pembangunan pabrik bioetanol baru harus ditopang oleh kepastian pasokan bahan baku. Menurut Andre, aspek keberlanjutan dan ketersediaan feedstock menjadi faktor utama yang menentukan kelayakan investasi di sektor tersebut.
"Yang harus dipastikan adalah sustainability dari bisnis. Jika berbicara pembangunan pabrik bioetanol domestik, maka availability dan sustainability feedstock harus terjaga," ungkapnya.
Selain dukungan di sektor hulu, Andre juga meminta pemerintah memastikan implementasi program blending dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan produksi nasional. Menurutnya, target penerapan E5 hingga E10 perlu diselaraskan dengan kapasitas industri dalam negeri agar tidak menimbulkan ketergantungan berlebihan pada pasokan luar negeri.
"Domestic production harus diserap terlebih dahulu sehingga perkembangan industri bioetanol dan industri pendukungnya dapat terjamin," imbuh Andre.
