Badak LNG Cetak Kinerja 107,16% di Atas Target di Tengah Turunnya Pasokan Gas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Badak NGL (Badak LNG), anak usaha Subholding Upstream Pertamina, mencatatkan kinerja operasional dan tata kelola yang solid sepanjang 2025. Di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari hulu, perusahaan berhasil melampaui target produksi, membukukan capaian indikator kinerja utama atau key performance indicator (KPI) sebesar 107,16%, serta mempertahankan standar keselamatan dan keberlanjutan yang tinggi.
Kinerja tersebut dipaparkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar di Jakarta pada Senin (8/6/2026). Rapat dipimpin Komisaris Utama Badak LNG Daniel S. Purba dan dihadiri jajaran dewan komisaris, komite, direksi, manajemen perusahaan, serta para pemegang saham.
Baca Juga
RUPST turut dihadiri PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang diwakili Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE Edi Karyanto serta VP Commercial & Monetization Kofah Baskoro. Selain itu, hadir VICO Indonesia yang diwakili President & CEO Bambang Irawan, PT Pertamina Pedeve Indonesia yang diwakili direktur Rahmi Amini, serta Total E&P Indonesie yang diwakili president & general manager Arividya Noviyanto.
President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin mengatakan, sepanjang 2025, Badak LNG mencatatkan capaian KPI sebesar 107,16%. Di tengah tantangan berupa penurunan pasokan gas dari sektor hulu, perusahaan mampu menjaga performa operasional melalui berbagai langkah efisiensi dan optimalisasi kilang.
"Badak LNG berhasil memproses feed gas 14,23% lebih tinggi dibandingkan target. Produksi LNG yang dihasilkan juga mencapai 15,83% di atas target yang telah ditetapkan perusahaan," kata dia dikutip Senin (15/6/2026).
Dari sisi produksi, Badak LNG membukukan produksi LNG sebesar 7.122.857 meter kubik dan LPG sebesar 197.496 meter kubik sepanjang 2025. Seluruh capaian tersebut melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2025. Keunggulan operasional juga tercermin dari tingkat ketersediaan kilang atau plant availability sebesar 99,77%. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata global yang berada di level 95,18%.
Selain itu, Badak LNG mencatatkan plant thermal efficiency (PTE) sebesar 83,34%, yang menunjukkan efisiensi pemanfaatan energi dalam proses operasional kilang tetap terjaga pada tingkat optimal.
Melalui unit bisnisnya, Badak LNG juga memberikan jasa conceptual study dan pre-front end engineering design (pre-FEED) untuk proyek mini LNG Haur Gede dan Mini Gas to Liquid (GTL) Karang Makmur di lingkungan Pertamina Hulu Energi.
Perusahaan turut mengelola jasa operasi dan pemeliharaan LNG filling station milik PT Pertamina Gas. Berbagai kolaborasi strategis juga dilakukan bersama PT Pertamina Marine Solution, PT Pertamina Power Indonesia, Pertamina Trans Kontinental, Pertamina Patra Niaga, dan Pelita Air Service guna mendukung operasional perusahaan secara terpadu.
Dari aspek tata kelola, Badak LNG kembali menunjukkan komitmen terhadap penerapan good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik. Hasil asesmen GCG Tahun Buku 2025 yang dilakukan asesor independen menunjukkan skor 95,77 dengan predikat "sangat baik". Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 95,73.
Pada aspek keselamatan kerja, perusahaan mempertahankan kinerja Safety, Health, Environment, Quality and Security (SHEQS) tanpa kasus fatality maupun kecacatan permanen sepanjang 2025. Dengan capaian tersebut, total jam kerja aman sejak lost time accident terakhir pada 8 Desember 2006 telah mencapai 134.609.119 jam kerja aman.
Badak LNG juga menuai pengakuan melalui 38 penghargaan nasional dan internasional sepanjang 2025. Salah satu pencapaian paling menonjol adalah keberhasilan mempertahankan penghargaan proper emas dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut sejak 2011.
Perkuat Kontribusi Sosial dan Ketahanan Energi
Di bidang sosial kemasyarakatan, Badak LNG terus menjalankan program Community Involvement and Development (CID) sesuai Pedoman Tata Kelola SKK Migas. Sepanjang 2025, perusahaan merealisasikan dana program CID sebesar Rp 6,39 miliar yang difokuskan pada sektor pendidikan, lingkungan, ekonomi, infrastruktur, studi, kesehatan, dan kebencanaan.
Baca Juga
Dia mengatakan seluruh pencapaian tersebut merupakan hasil komitmen insan perusahaan dalam menjaga keandalan operasi, keselamatan kerja, tata kelola yang baik, serta kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat.
"Di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari hulu dan dinamika industri energi global, Badak LNG mampu menunjukkan resiliensi dan kinerja yang solid. Capaian ini menjadi bukti bahwa Perusahaan tetap mampu mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki secara aman, andal, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan bisnis ke depan," ujar Achmad.
