Pertamina Hulu Buka Peluang Investasi 22 Struktur Prospektif Migas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi menawarkan 22 struktur prospektif migas untuk dikerjasamakan melalui mekanisme kerja sama operasi dan/atau teknologi (KSOT) dalam ajang The 50th IPA Convention and Exhibition (Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, pekan lalu.
Langkah tersebut dilakukan untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan mitra strategis sekaligus mendorong optimalisasi potensi sumber daya migas dan peningkatan investasi sektor hulu migas nasional.
Baca Juga
Corporate Secretary PHE Hermansyah Y. Nasroen mengatakan inisiatif tersebut menjadi bagian komitmen perusahaan untuk terus membuka peluang kolaborasi yang konstruktif dalam pengembangan sektor migas nasional.
“Melalui skema KSOT ini, kami berharap dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih fleksibel dan menarik bagi para mitra strategis untuk bersama-sama mengembangkan potensi sumber daya migas Indonesia. Kami optimistis langkah ini dapat menjadi katalis positif dalam mendorong eksplorasi dan investasi hulu migas ke depan,” ujar Hermansyah dikutip Selasa (26/5/2026).
Penawaran 22 struktur prospektif itu dilakukan melalui penawaran KSOT reguler yang dibagi dalam dua batch. Sebanyak 8 struktur berada di wilayah operasional Regional 1 Sumatra Subholding Upstream Pertamina. Sementara itu, 4 struktur lainnya berada di wilayah operasional Regional 2 Jawa, sebanyak 7 struktur di Regional 3 Kalimantan, dan 3 struktur di Regional 4 Jawa Timur dan Indonesia Timur.
Skema KSOT merupakan mekanisme kerja sama operasi dan teknologi yang diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025. Melalui skema tersebut, PHE berharap dapat mempercepat pengembangan potensi migas dengan dukungan mitra strategis.
Baca Juga
PHE Gandeng ExxonMobil dan SK Group Kembangkan CCS RI-Korsel, Potensi Investasi US$ 600 Juta
Dia mengatakan, PHE menilai mekanisme KSOT dapat menjadi alternatif kerja sama yang efektif untuk meningkatkan daya tarik investasi di sektor hulu migas, khususnya dalam pengembangan struktur prospektif yang membutuhkan percepatan studi dan sinergi teknologi.
Perseroan juga berharap penawaran tersebut dapat menjadi momentum memperluas kolaborasi dan membuka peluang baru bagi penguatan ketahanan energi nasional serta target peningkatan produksi migas Indonesia di masa mendatang.

