Prabowo Optimistis RI Bakal Swasembada Daging pada 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia mampu mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan atau sekitar tahun 2030.
Menurut Presiden, Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan strategis, seperti beras dan jagung. Selain itu, produksi protein hewani seperti telur dan ayam cukup memadai, meski daging masih memerlukan percepatan pengembangan.
Baca Juga
Bapanas: Stok Daging Sapi Capai 226 Ribu Ton, 3 Kali Lipat dari Kebutuhan
“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita belum. Ini sedang kita kerjakan, mungkin empat tahun lagi, lima tahun lagi kita swasembada daging,” ujar Prabowo saat menghadiri panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Dia mengatakan, kondisi pangan nasional saat ini relatif aman di tengah situasi global yang dipenuhi konflik dan menimbulkan ketidakpastian. Karena itu, pemerintah terus memperkuat fondasi ekonomi dan pertahanan nasional untuk menjaga stabilitas dan melindungi kekayaan negara.
“Pangan relatif kita aman. Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa, kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” tegas Prabowo.
Presiden menekankan, pemerintah berkomitmen mengelola sumber daya alam (SDA) Indonesia secara mandiri demi kepentingan rakyat. Sebab, selama ini masih banyak kebocoran kekayaan negara yang harus dihentikan.
Baca Juga
BPJPH Ungkap Minimnya Auditor Halal Berbahasa Inggris Hambat Impor 650.000 Ton Daging dari Australia
“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya. Kami akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” tandas Prabowo.
Kepala Negara menambahkan, kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya segelintir orang atau kelompok saja.

