Rachmat Gobel: Lindungi Industri Nasional dari Gempuran Impor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Chairman Panasonic Gobel Group Rachmat Gobel meminta pemerintah lebih serius melindungi pasar dalam negeri dan industri nasional di tengah tekanan ekonomi global serta maraknya barang impor.
Hal tersebut disampaikan Rachmat Gobel saat apel besar 17-an Panasonic Gobel Group di Jakarta, Selasa (19/05/2026), yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
Apel besar tersebut diikuti ribuan karyawan Panasonic Gobel Group dan menjadi bagian dari peringatan Bulan Hubungan Industrial Pancasila serta 70 Tahun Gobel Membangun Negeri.
Kegiatan itu juga dihadiri Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel Joko Wahyudi, Direktur Utama Panasonic Manufacturing Indonesia Daniel Suhardiman, serta jajaran pimpinan Panasonic Gobel Group lainnya.
Baca Juga
Peringati Mayday 2026, Panasonic Gobel Group Tanam 1.500 Pohon
Tradisi upacara bendera setiap tanggal 17 setiap bulan telah lama dilakukan Panasonic Gobel Group dan diwariskan langsung oleh pendiri perusahaan, Thayeb M Gobel. Tradisi tersebut bertujuan menanamkan nilai patriotisme, nasionalisme, dan budaya kerja kepada seluruh karyawan.
Dalam pidatonya, Rachmat Gobel menyampaikan keprihatinan pelaku industri terhadap kondisi ekonomi global yang semakin berat, termasuk dampak konflik Iran-Amerika Serikat yang mulai memengaruhi industri dan perdagangan dunia.
“Indonesia adalah pasar yang sangat besar. Ini adalah keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara Asia lainnya. Semestinya pemerintah lebih fokus melindungi pasar dalam negeri sebagai insentif utama bagi industri nasional,” kata Gobel.
Ia juga menyoroti maraknya impor ilegal dan dibukanya keran impor untuk berbagai produk seperti tekstil, handicraft, dan mebel yang dinilai semakin menekan industri domestik.
Baca Juga
Presiden: Jarak Antara Terkaya dan Termiskin Tidak Boleh Kian Lebar
Khusus sektor elektronik, Gobel meminta pemerintah lebih tegas melindungi industri nasional. “Kalau barang elektronik sudah diproduksi di Indonesia, jangan diimpor lagi, Pak. Cukup itu yang saya minta,” tegasnya.
Menurut Gobel, industri bukan hanya tempat memproduksi barang, tetapi juga menjadi fondasi kesejahteraan rakyat dan ketahanan ekonomi nasional. “Dalam situasi damai, industri adalah industri kesejahteraan yang menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat. Tapi dalam kondisi darurat seperti sekarang, industri juga harus menjadi industri pertahanan untuk menjaga ketahanan ekonomi bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan suara yang disampaikannya bukan hanya untuk Panasonic Gobel Group, tetapi juga mewakili pelaku industri nasional yang menghadapi tekanan berat akibat ketidakpastian global. “Kita harus menjaga semangat para pekerja agar tetap optimistis dan produktif meski menghadapi tekanan global,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Menaker Yassierli juga meresmikan Ebu Center, pusat studi yang mendokumentasikan nilai-nilai perusahaan yang diwariskan pendiri Panasonic, Konosuke Matsushita, dan pendiri Panasonic Gobel Group, Thayeb M Gobel.
Baca Juga
Pidato KEM PPKF: Prabowo Patok Pertumbuhan Ekonomi 2027 hingga 6,5%, Targetkan Capai 8% di 2029
Konosuke Matsushita dikenal dengan filosofi “Air Mengalir”, sedangkan Thayeb M Gobel dikenal dengan “Filosofi Pohon Pisang”.
Menurut Panasonic Gobel Group, filosofi air mengalir mengajarkan pentingnya memberi kehidupan dan manfaat bagi masyarakat. Sementara filosofi pohon pisang mengandung nilai pengabdian karena seluruh bagian pohon pisang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia.
Panasonic Gobel Group menilai nilai-nilai tersebut tetap relevan untuk memperkuat budaya kerja, nasionalisme, dan daya tahan industri nasional di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

