Tak Mau Bergantung pada Satu Negara, RI Cari Pasokan Crude ke Seluruh Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah terus memburu sumber pasokan minyak mentah (crude) dari berbagai negara untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan harga energi domestik tetap kompetitif.
Menurut Bahlil, Indonesia tidak ingin bergantung pada satu negara pemasok minyak mentah di tengah ketidakpastian geopolitik global yang dapat mengganggu rantai pasok energi sewaktu-waktu.
“Jadi gini, kita ini kan mencari sumber-sumber crude di hampir semua dunia. Jadi tidak hanya di Amerika, di Angola, di Nigeria, di Afrika, di Rusia, kita mencari semuanya,” ujar Bahlil saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dia menjelaskan, diversifikasi sumber impor menjadi strategi penting agar Indonesia tetap memiliki fleksibilitas pasokan ketika terjadi gangguan di salah satu negara produsen.
“Kenapa? Kita tidak boleh mengharap satu negara. Ketika negara tersebut ada masalah, kan terkait dengan kita,” kata dia.
Bahlil mengungkapkan, laporan penjajakan pasokan crude dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, sudah diterima pemerintah. Sebelum ini, PT Pertamina (Persero) diketahui melakukan kunjungan ke Negeri Paman Sam guna mengevaluasi berbagai opsi untuk menentukan sumber crude yang paling efisien secara harga maupun logistik.
“Laporannya sudah masuk dan semuanya kita cari mana yang lebih efisien,” ucap mantan Menteri Investasi tersebut.
Terkait kemungkinan perusahaan pemasok yang akan bekerja sama dengan Indonesia, Bahlil menegaskan prosesnya masih mengikuti mekanisme bisnis dan pertimbangan keekonomian.
“Namanya supply-demand. Hukum permintaan dan penawaran. Ada produk, ada market. Saya harus mencari banyak produk kan,” sebut Bahlil.
Menurut Bahlil, pemerintah akan memilih crude dengan harga paling kompetitif agar biaya energi di dalam negeri tetap terjaga dan tidak membebani masyarakat maupun industri nasional.
“Habis itu kita lihat mana harga yang paling efisien. Harga yang paling efisien itu yang kita ambil. Supaya apa? Harga di dalam negeri kompetitif,” tegasnya.
Langkah diversifikasi impor minyak ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya volatilitas pasar energi global akibat konflik geopolitik, perubahan jalur distribusi, hingga dinamika harga minyak dunia.

